Kamu Belum Jadi Pecinta Kopi Sejati Kalau Ngga Tau Tentang Varietas! Part 1

Kamu Belum Jadi Pecinta Kopi Sejati Kalau Ngga Tau Tentang Varietas! Part 1

October 24, 2016 1 Comment

Seperti membandingkan mangga aromanis dan gedong gincu, kopi juga merupakan buah yang memiliki banyak jenis atau bahasa kerennya, varietas. Orang pada umumnya tahu bahwa ada dua jenis kopi di luar sana, yaitu Arabika dan Robusta. Tahukah kamu kalau Arabika sendiri punya ratusan bahkan ribuan jenis tanaman yang berbeda-beda? Nah, jenis-jenis tanaman inilah yang kita sebut sebagai varietas dan Gordi akan bahas di tulisan ini.

Lalu, apa saja serba-serbi varietal kopi yang perlu kamu tau? Sebelumnya, Gordi mau sedikit menceritakan tentang The Noble Tree, pohon yang merupakan orang tua dari kebanyakan varietas yang ada sekarang. Mari membaca sejarahnya sambil santai dan nyeruput segelas kopi.

The Noble Tree


DULU, KOPI DIKUASAI OLEH NEGARA-NEGARA ARAB DAN DIPERDAGANGKAN DI PORT OF MOCHA

Menurut para ilmuwan dan sejarawan, daerah Kaffa di Ethiopia merupakan tempat kelahiran kopi. Hmmm, namanya mirip ya? However, sampai sekarang tidak ada yang tahu jelas apakah nama kopi diambil dari nama tempat kelahirannya, atau malah sebaliknya. Anyway, singkat cerita, Ottoman empire berhasil menumbuhkan tanaman kopi dari Ethiopia di teritori mereka dan kopi menjadi produk ekslusif yang diperdagangkan melalui pelabuhan Mocha, Yaman. Sebagai hot commodity, tentu saja negara-negara Eropa berebut untuk mendapatkan kopi untuk ditanam oleh mereka. Namun, niat tersebut dipersulit oleh negara-negara Arab yang sudah memonopoli pasar, seperti contohnya, memberikan bibit dengan kwalitas buruk dan sebagainya. Setelah melalui proses yang panjang dan sulit, akhirnya Belanda berhasil memperoleh spesimen kopi hidup yang akhirnya sangat berhasil tumbuh di tanah Jawa, Indonesia dan diekspor ke seluruh Eropa.

RAJA LOUIS XIV CINTA BANGET SAMA KOPI SAMPAI MEMINTA TOLONG BELANDA UNTUK MEMBAWAKAN POHON KOPI DARI JAWA

Di Eropa, kopi merupakan minuman mewah yang hanya bisa dibeli oleh para bangsawan dan orang-orang kaya, termasuk Raja Louis XIV. Karena kecintaan beliau terhadap kopi, beliau meminta tolong kepada Belanda untuk membawakan pohon kopi untuk ditanam di lahan kerajaan. Belanda mengiyakan dan membawakan sebuah pohon kopi bervarietas typica yang diambil dari tanah Jawa. Tentu saja pohon ini merupakan keturunan dari pohon-pohon kopi yang dibawa dari Ethiopia, untuk diperdagangkan di Mocha, Yaman, yang berhasil diambil oleh Belanda untuk ditanam di Indonesia, lalu dibawa kembali ke Belanda sebelum akhirnya dibawa melalui jalan darat ke Perancis. Wow, perjalanannya lumayan panjang ya! Sesampainya pohon ini di Perancis, Raja Louis mendirikan rumah kaca pertama di Eropa yang khusus digunakan untuk merumahkannya. Lucky for them, usaha yang dicurahkan membuahkan hasil yang sepadan! Pohon kopi yang “dimuliakan” ini berhasil bertahan hidup dan berbuah. Maka, untuk mengulang kesuksesan tersebut, kerajaan Perancis mulai menanam hasil dari pohon ini di daerah-daerah koloni mereka.

Hasilnya, pada hari ini, sebagian besar dari varietas Arabica yang ada di dunia, adalah anak dari The Noble Tree, Sang Pohon Mulia (dan Indonesia sedikit andil disitu lho!)

Nah mari sekarang kita lihat sebagian kecil varietas-varietas di luar sana yang mesti kamu tahu. Untuk part 1 ini, kita akan membahas 5 varietas.

Typica
Typica merupakan varietas yang paling awal diperjual belikan di port of mocha. Seperti yang dijelaskan di atas, typica merupakan parent dari kebanyakan varietal yang ada sekarang. Karakter dari varietas ini adalah clean & sweet, walaupun hari ini, hasil produksi dari pohon typica ini semakin sedikit.

Heirloom
Pada hari ini, terdapat ribuan varietas yang tumbuh liar di Ethiopia hasil dari cross-breeding alami yang terjadi selama ratusan tahun. Nah, saking banyaknya varietas liar tersebut, agak mustahil untuk memberikan nama buat masing-masing varietas. Untuk itu muncullah nama “heirloom”, sebuah nama yang merepresentasikan varietas liar di Ethiopia.

Bourbon


BOURBON YANG BERMUTASI MENGHASILKAN WARNA BUAHNYA MENJADI ORANYE DAN KUNING

Seperti yang sudah dibahas, The Noble Tree mempunyai varietas typica. Nah, ketika ditanam di Pulau Bourbon (sekarang disebut Pulau Reunion) yang merupakan Koloni Perancis, pohon yang tadinya mempunyai varietas Typica ini berinteraksi dengan iklim dan tanah yang berbeda sehingga bermutasi menjadi varietas baru. Diketahui bahwa bourbon umumnya mempunyai kompleksitas dan sweetness yang sedikit lebih banyak dibandingkan orang tuanya, Typica. Bourbon pada umumnya mempunyai buah yang berwarna merah. Namun, ada juga dua jenis bourbon lainnya yang tidak menghasilkan buah berwarna merah. Mereka dinamakan yellow & orange bourbon, sesuai dengan warna buah yang dihasilkan.

Yellow Bourbon
Varietas ini merupakan mutasi alami dari Bourbon. Jadi ketika buahnya matang, warnanya berubah menjadi kuning, bukan merah seperti bourbon biasa. Karakternya hampir mirip dengan bourbon dan terkadang, lebih acidic & bright

Orange Bourbon
Sama seperti Yellow Bourbon, Orange Bourbon merupakan mutasi alami dari Bourbon biasa. Sesuai namanya, warnanya berubah menjadi orange ketika matang. Nah, untuk bourbon yang ini, karakteristik rasanya adalah campuran dari bourbon merah & kuning.

Caturra
Nah, caturra ini juga merupakan mutasi dari bourbon. Tumbuh pertama kali di Brazil pada tahun 1930an, pohon Caturra sedikit lebih pendek daripada Bourbon, namun mempunyai kapasitas produksi yang lebih tinggi serta ketahanan yang lebih baik terhadap cuaca. Pada umumnya, caturra lebih rendah tingkat kemanisannya dibanding bourbon. Namun, keunggulan varietas ini adalah pada bodynya yang halus.

Sigarar Utang
Pasti kamu langsung notice kalau namanya Indonesia banget. Yes, ini adalah varietas yang berasal dari Indonesia. Sigarar Utang tumbuh pertama kali di Aceh, tahun 80an. Kala itu, petani kopi bernama Tengku Ibrahim Aman Samsir menemukan pohon pendek di lahannya yang berbuah banyak walaupun baru ditanam sekitar dua tahun (biasanya butuh waktu 3 tahun untuk berbuah). Dengan keunggulan tersebut, petani menganggap bahwa mereka jadi bisa membayar “utang” mereka dengan lebih cepat. Maka, jadilah nama Sigarar Utang. Oiya, varietas ini juga merupakan turunan dari Bourbon, lho!

Ada banyak sekali varietas di luar sana. Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa lihat diagram yang menggambarkan garis keturunan kopi di sini. Kalau kamu mau langsung cobain perbedaan rasa dari varietas yang berbeda-beda, kamu bisa subscribe ke Gordi karena kita bakal mengirimkan kopi yang selalu berbeda di tiap pengiriman. Start your coffee adventure with us, now!

Ditulis Oleh Gordi

Image Sources (Top to Bottom):
http://www.eagriculture.in/wp-content/uploads/2015/10/coffee-plant.jpg
http://www.drinkingcup.net/wp-content/uploads/Port-of-MOcha-Care-of-Gutenberg.png
http://a2.files.biography.com/image/upload/c_fill,cs_srgb,dpr_1.0,g_face,h_300,q_80,w_300/MTE1ODA0OTcxNzA1MDA5Njc3.jpg
http://www.casabrasilcoffees.com/wp-content/uploads/2013/01/Coffee-Fruit-Color-Shot.jpg



1 Response

iwan
iwan

March 20, 2018

Terima kasih atas informasi ttg varietas Kopi ini, jadi tahu sejarah kopi

Leave a comment

Comments will be approved before showing up.


Also in Gordi Updates

Menikmati Kopi Honduras La Chorrera dan Toraja Marendeng Marampa
Menikmati Kopi Honduras La Chorrera dan Toraja Marendeng Marampa

April 23, 2018

Untuk pengiriman Gordi Subscription minggu lalu, tim kurator kami memilih kopi yang berasal dari negara penghasil kopi terbesar No. 5 di dunia. Dapatkah Anda menebak dari negara mana? Kopi Indonesia yang kami pilih, memiliki nama selaras dengan lagu daerah di Sulawesi Selatan; sebuah ungkapan syukur atas berlimpahnya kekayaan alam di tanah tersebut.

Baca Lebih Lanjut

Resep Menyeduh Sidra: Varietal Langka dari Colon Merino Hasil Sangrai Cupping Room Hong Kong
Resep Menyeduh Sidra: Varietal Langka dari Colon Merino Hasil Sangrai Cupping Room Hong Kong

April 21, 2018 2 Comments

Mendapatkan banyak pujian dari pelaku industri kopi dunia sebagai varietas kopi langka yang unik dan innovatif karena memiliki perpaduan karakteristik antara Red Bourbon dan Typica. Kopi ini diprediksi akan menggantikan kedudukan Gesha yang selama ini lebih dikenal. Seperti apa karakter jenis kopi ini? Mengapa ia begitu istimewa?

Baca Lebih Lanjut

Inspirasi: Ibu Rahmah, Kartini Masa Kini di Dunia Kopi
Inspirasi: Ibu Rahmah, Kartini Masa Kini di Dunia Kopi

April 21, 2018

Perempuan ini hanya tamatan SMA. Namun, kiprahnya di industri kopi Indonesia sudah mendunia. Tanpa banyak bicara, beliau membuat jejak rekamnya sejak 20 tahun lalu di tanah Gayo. Hanya satu misinya: memberikan penghidupan yang lebih layak bagi para petani perempuan di tanah Gayo. Koperasi kopi dibawah kepemimpinannya, kini telah memiliki hampir 2.000 anggota petani dimana 40% adalah perempuan. Siapakah Kartini tangguh ini?

Baca Lebih Lanjut