Menikmati Kopi Honduras La Chorrera dan Toraja Marendeng Marampa

Menikmati Kopi Honduras La Chorrera dan Toraja Marendeng Marampa

April 23, 2018

Selalu ada cerita dibalik kopi yang kami kirimkan untuk para Gordians yang berlangganan kopi setiap dua minggunya.

Untuk pengiriman Gordi Subscription minggu lalu, tim kurator kami memilih kopi yang berasal dari negara penghasil kopi terbesar No. 5 di dunia. Dapatkah Anda menebak dari negara mana? Ya, betul sekali. Honduras adalah jawabannya.

Untuk kopi Indonesia, pilihan kami jatuh pada kopi yang namanya sama persis dengan judul lagu daerah tersebut yaitu Toraja Marendeng Marampa. Lagu ini menceritakan ungkapan syukur atas dilimpahkannya kekayaan alam tanah Toraja. 

Yuk, simak ulasan kami atas dua kopi spesial pilihan tim kurator kami kali ini.

Honduras La Chorerra
Kopi ini tumbuh di sebuah perkebunan yang dikelola oleh Don Orlando. Beliau adalah salah satu tokoh inspiratif yang merepresentasikan para pejuang ekonomi di Honduras. Beliau dikenal sangat tekun mempelajari semua hal tentang kopi bahkan hingga mencari tahu teknologi terbaru apa yang ada di luar sana, yang dapat beliau adaptasi untuk kebutuhan perkebunannya. Tujuannya hanya satu: memperbaiki teknik pengolahan/proses sehingga dapat menghasilkan kopi yang lebih maksimal. Karena kegigihannya ini, kadang orang-orang di sekitarnya menjulukinya "Si Gila." Namun, beliau selalu membuktikan bahwa apa yang ia adaptasi tersebut dapat berguna untuk komunitas di sekitarnya. Ini sebabnya, Don Orlando menjadi pemimpin yang sangat dihormati di komunitasnya. 

Honduras La Chorerra dan Toraja Mandereng Marampa

Finca (dalam bahasa Indonesia artinya perkebunan) La Chorrera, rata-rata ditanami varietas-varietas klasik seperti Caturra, Catuai, serta Colombiana. Terlepas dari kegagalan yang pernah Don Orlando alami, beliau tetap semangat untuk meningkatkan kualitas kopinya. Terutama, untuk mencegah terjadinya serangan hama yang menimpa tanaman kopinya. Varietas yang beliau tanam umumnya rentan terhadap serangan hama. Sehingga, pemetikan buah kopi ceri pun dilakukan dengan tangan; disortir serta dikupas untuk mengambil bijinya. Metode seperti ini dapat memberikan keuntungan bahwa hasil kopi yang akan dikirim ke pelanggan sudah benar-benar disortir dengan hati-hati.

Kopi ini disangrai oleh Smoking Barrels, sebuah rumah sangrai yang telah memulai kiprahnya dalam dunia kopi selama lebih dari 4 tahun. Terletak di bilangan Jakarta Selatan, mereka selalu berusaha menyangrai tiap biji kopi yang masuk ke mereka dengan standar metode yang sesuai. Mereka percaya bahwa kopi ini dapat memproduksi rasa manis alami yang lebih nikmat pada aftertaste-nya. Ini dikarenakan umumnya kopi dari Honduras dapat memproduksi rasa manis alami. Smoking Barrels juga berusaha untuk menjaga aroma serta memperpanjang rasa manisnya dengan menerapkan metode khusu ketika menyangrai biji kopi ini.

Toraja Marendeng Marampa

Marendeng marampa' kadadianku (aman tentram kelahiranku)

Dio padang digente' Toraya Lebukan Sulawesi (di tanah yang disebut Toraja di Pulau Sulawesi)

Mellombok membuntu mentanetena (Dari lembah, pebukitan hingga gunungnya)

Bayangkan indahnya tana Toraja, dengan secangkir kopi hangat, dan udara yang sejuk. Ini adalah sebait nada dari lagu daerah yang berjudul Marendeng Marampa, seperti layaknya kopi lokal yang kami kurasi pada pengiriman kali ini.

Kopi ini berasal dari Enrekang, sebuah daerah di kaki Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan. Kondisi alamnya sangat ideal untuk tanaman kopi, area perkebunannya dikelilingi oleh hutan, serta banyak dikelilingi tanaman tinggi yang dapat menutupi sinar matahari langsung. Kopi ini tumbuh secara alami dalam hutan organik dimana tidak ada penggunaan pupuk kimia/fertiliser. 

Proses pasca-panen pada kopi Marendeng Marampa ini menerapkan metode washed process. Berasal dari perkebunan nano lot seluas 1-3 hektar, dimana kapasitas setiap panennya cukup terbatas. Ada satu cerita unik. Para petani di desa ini pada umumnya adalah perokok aktif. Di kawasan desa pada perkebunan ini, ada peraturan yang mewajibkan para warganya untuk tidak merokok. Karena adanya peraturan ini, seluruh toko kelontong disana pun sama sekali tidak menjual rokok.

Disangrai oleh Kopa Kopi Coffee Roasters, yang merupakan sebuah rumah sangrai mikro yang didirikan dan dikembangkan di kota Yogyakarta. Visi yang mereka bawa adalah membantu menciptakan pasar kopi yang stabil, baik dari segi sosial maupun ekonomi, namun ramah lingkungan. Visi tersebut terwujud dalam rumah sangrai yang mereka dirikan, dimana mereka ingin kopi dapat dinikmati dan dibagi-bagikan pada siapa saja. Alasan mengapa mereka memilih menyangrai biji kopi ini adalah karena diproduksi di kebun yang tergolong nano-lot, dimana luas perkebunannya cenderung cukup ringkas. Saat Anda menyesap kopi Toraja Marendeng Marampa, Anda akan menemukan aroma sweet berries dan karamel, sweet mandarin orange acidity dan sugarcane aftertaste.  

 

Gordi Subscription Box

Seperti pengiriman sebelumnya, kami juga menyertakan dua jenis coklat yaitu Flores dan East Java yang diproduksi oleh Pipiltin Cocoa. Pipiltin dikenal sebagai Indonesia specialty chocolate, dimana mereka memproduksi coklat dari seluruh Indonesia. Dengan memberikan coklat pada pengiriman ini, kami berharap Anda dapat merasakan pengalaman baru saat mencicipi kopi yang dipadukan dengan coklat.


Masih belum berlangganan kopi di Gordi? Silakan langsung daftar di sini sesuai dengan kebutuhan ngopi Anda. Jika Anda ingin mencoba kopi Honduras La Chorerra dan Toraja Marendeng Marampa, tersedia stok yang terbatas untuk dapat Anda cicipi. Selamat menyeduh! 



Leave a comment

Comments will be approved before showing up.


Also in Gordi Updates

Full Washed; Mengulik Cita Rasa Kopi Aceh Gayo Pantan Musara dan Colombia Las Brisas
Full Washed; Mengulik Cita Rasa Kopi Aceh Gayo Pantan Musara dan Colombia Las Brisas

August 14, 2018

Proses pasca panen boleh sama, namun rasa, boleh jadi berbeda. Apa yang menyebabkan keduanya bisa berbeda walaupun menggunakan proses pasca panen yang sama?

Kopi Indonesia yang menjadi primadona tim kurator Gordi pada pengiriman minggu lalu, berasal dari daerah penghasil nanas yang cukup terkenal di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah. Sebagai sandingan, kopi impor terpilih berasal dari negara yang merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia.

Baca Lebih Lanjut

Apa Arti Roast Level Bagi Peminum Kopi?
Apa Arti Roast Level Bagi Peminum Kopi?

August 01, 2018

Saat Anda membeli biji kopi, apa hal yang pertama kali Anda lihat pada kemasannya? Selain tasting notes dan roast date, pernahkah Anda melihat istilah roast level pada kemasan tersebut? Apa pengaruhnya pada rasa kopi yang Anda seduh?

Baca Lebih Lanjut

Keunikan Ragam Varietas Kopi - Bagian 2
Keunikan Ragam Varietas Kopi - Bagian 2

July 24, 2018

Varietas kopi apa lagi yang pernah Anda dengar, atau bahkan coba? Kali ini kami mengupas sedikit soal varietas Colombia, Ethiopian Heirloom, Gesha, Typica, S288, Catimor, dan Letefoho. Dapatkan Anda menebak, varietas kopi yang saat ini sedang banyak digandrungi pecinta kopi di Indonesia, bahkan dunia?

Baca Lebih Lanjut