Baba Budan, Penyebar Benih Kopi di Dunia

December 31, 2016 0 Comments

Baba Budan, Penyebar Benih Kopi di Dunia

Bagi pencinta kopi, jangan sampai tidak mengenal Baba Budan. Dialah seorang pemberani dari India, yang karena jasanya. Kita semua bisa menikmati secangkir kopi dari kebun-kebun kopi dalam negeri.

Selama lebih dari lima ratus tahun setelah pedagang Arab membawa kopi dari Etiopia untuk dibudayakan di daerahnya, tanaman kopi hanya bisa ditemukan di jazirah Arab. Hal itu terjadi karena adanya larangan untuk membawa biji kopi fertil ke luar Arab. Jadi, penduduk Arab pun selalu merebus dan mengeringkan biji-biji kopi agar biji-biji tersebut tidak bisa tumbuh saat ditanam di luar Arab.

Kopi, atau yang biasa disebut qahwah, saat itu menjadi minuman yang sangat populer di Arab. Pasalnya, kopi mampu membuat orang-orang tetap terjaga saat beribadah di malam hari. Sampai-sampai, berdirilah tempat-tempat minum kopi di Mekkah dan Kairo.

Pada abad ke-17, seorang peziarah dari India bernama Baba Budan datang ke Arab untuk menunaikan ibadah haji. Tertarik untuk menanam kopi di India, Beliau nekat membawa 7 biji kopi fertil dari Arab. Padahal saat itu, biji kopi fertil tidak diperbolehkan untuk dibawa keluar Arab. Tidak hanya diharamkan, bahkan apabila ketahuan, sang pembawa biji kopi bisa dihukum gantung.


ILUSTRASI BABA BUDAN OLEH ROGERS FAMILY CO

Dengan cerdik, Baba Budan meletakkan biji-biji kopi tersebut di dalam lipatan pakaiannya, tepat di bagian perut. Akhirnya, Baba Budan pun berhasil melewati pelabuhan Yaman tanpa ada seorang pun yang tahu bahwa dia sudah membawa biji-biji kopi fertil.

Sesampainya di India, Baba Budan segera menanam biji-biji kopi tersebut di sebuah bukit di daerah Chikkamagaluru, Karnataka, wilayah barat daya India. Hingga kini, oleh masyarakat India, bukit itu dikenal dengan nama Bukit Baba Budan.

Di bukit tersebut, tanaman kopi yang ditanam Baba Budan tumbuh subur. Tidak hanya itu, tanaman kopi yang awalnya hanya tumbuh beberapa batang itu kemudian berkembang menjadi sebuah perkebunan kopi yang sangat luas.

Beberapa tahun kemudian, Belanda datang ke India dan mengambil bibit-bibit kopi dari bukit tersebut. Belanda pun membawanya ke Indonesia, lalu menanamnya secara besar-besaran di Pulau Jawa.

Lalu, apa yang kemudian terjadi dengan kebun kopi Baba Budan?

Kebun Kopi tersebut tetap tumbuh dengan subur. Di sekitarnya mulai bermunculan kebun-kebun kopi baru. Hal tersebut terjadi karena wilayah dataran tinggi di Karnataka memiliki iklim yang sejuk, sehingga cocok sebagai tempat budi daya tanaman kopi. Meskipun demikian, hampir seluruh kebun kopi di sana masih didominasi oleh jenis kopi yang dahulu dibawa oleh Baba Budan, yakni jenis kopi arabika.

Sejak kopi menjadi komoditas berharga, warga India pun mulai menggemari kebiasaan minum kopi. Kedai kopi pertama di India adalah Kafe Udupi di Bombay yang berdiri pada tahun 1936. Beberapa tahun kemudian, seiring dengan semakin berkembangnya industri, perdagangan, dan seni budaya di negara tersebut, kedai-kedai kopi pun semakin banyak bermunculan.
Berkat jasa Baba Budan, kini kita bisa dengan mudah menemukan beragam jenis kopi dari berbagai belahan bumi. Keberanian Baba Budan membawa tujuh biji kopi fertil menjadi awal mula kopi menyebar ke seluruh dunia, tidak hanya di Arab, sebagaimana ratusan tahun sebelumnya.




Also in Gordi Updates

Referensi Metode Pour-over Bagi Para Home Brewers
Referensi Metode Pour-over Bagi Para Home Brewers

February 23, 2018 0 Comments

Bagi Anda yang suka menyesap nikmatnya secangkir kopi, baik di kedai kopi maupun dibuatkan oleh teman, maka tidak ada salahnya jika Anda berpikiran untuk mulai menyeduh sendiri di rumah. Namun pertanyaan yang kerap timbul dalam benak adalah “Mulai dari mana ya?”, “Enaknya pake alat apa ya? V60? Kalita? Atau Chemex?”, atau “kalo pake Chemex rasanya bakal lebih keluar ngga ya?”. Nah sebelum jauh pertanyaan-pertanyaan tersebut berkembang menjadi stigma negatif, ada baiknya simak metode seduh atau Brewing Methods yang dapat digunakan bagi Anda yang suka menyeduh di rumah atau baru berniat menyeduh di rumah. 

Read More

Mesakada dan Colombia Huila Elver Males: Kopi Pengiriman Pertama di Februari 2018
Mesakada dan Colombia Huila Elver Males: Kopi Pengiriman Pertama di Februari 2018

February 15, 2018 0 Comments

Hello Gordians, bagaimana kabar Anda di awal Februari ini? Semoga kegiatan ngopi nya tidak terganggu ya meskipun mungkin aktivitas Anda sedang cukup padat. Seperti biasa, pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai kopi yang menjadi pilihan pengiriman Gordi pada 7 Februari lalu yaitu Mesakada yang disangrai oleh Juno The Coffee Company serta Colombia Huila Elver Males yang disangrai oleh Smoking Barrels. 

Read More

Indonesia Coffee Events 2018: Perhelatan Serta Ajang Kumpul Pecinta Kopi – Demi Kopi Kebanggaan Negeri
Indonesia Coffee Events 2018: Perhelatan Serta Ajang Kumpul Pecinta Kopi – Demi Kopi Kebanggaan Negeri

February 13, 2018 0 Comments

Tawa itu masih terdengar, senyum dan wajah-wajah ceria sesama pecinta kopi masih membekas di ingatan. Gemuruh sorak saat para pemenang diumumkan pun masih berdengung keras. Itulah sekelumit memori kami dari Indonesia Coffee Events – Eliminasi Wilayah Barat, yang merupakan perhelatan dan ajang berkumpulnya para pecinta kopi terbesar di Indonesia yang kali ini diadakan di Kuningan City Mall Jakarta selama 4 hari berturut-turut, mulai dari tanggal 8-11 Februari.

Read More