Ethiopia Konga & Ciwidey Collective; Kopi Spesial Pilihan Gordians

Ethiopia Konga & Ciwidey Collective; Kopi Spesial Pilihan Gordians

May 18, 2018

Hai Gordians, bagaimana kabar Anda?

Tak terasa, Ramadhan telah tiba di bulan Mei 2018 ini. Sebelumnya, ijinkan kami untuk mengucapkan selamat berpuasa bagi Anda yang menjalankan. Semoga ibadah puasa Anda dapat berjalan lancar.

Kami akan berbagi cerita tentang 2 kopi yang menjadi pilihan kami pada pengiriman minggu ini. Namun, pengiriman kopi kali ini adalah pengiriman yang cukup spesial. Untuk pertama kalinya, kami melakukan proses seleksi bersama-sama dengan para pelanggan Gordi Subscription dan beberapa teman undangan lainnya. Simak cerita tentang kopi dan penyangrai yang telah menjadi pilihan utama Gordians dan tim kurator kami di bawah ini.

Ethiopia Konga

Kopi internasional satu ini datangnya dari sebuah negara di Afrika, tepatnya di Ethiopia. Kopi ini tumbuh subur 1.850 sampai 1.950 mdpl di wilayah Yirgacheffe, dimana dua pertiga dari wilayahnya merupakan dataran tinggi serta pegunungan yang curam. Wilayah ini juga terkenal akan variasi kondisi cuacanya karena adanya perbedaan suhu udara. Bulan Juni hingga September, adalah bulan dimana hujan biasanya terjadi. Saat musim panen, buah ceri kopi akan dipetik kemudian dibawa menuju tempat pengolahan kopi untuk dipisahkan biji serta buah dan kulitnya. Umumnya, buah ceri kopi memiliki tingkat kelembapan di angka 60%. Agar biji kopi mentahnya dapat digunakan, buah ceri kopi ini harus dikeringkan agar tingkat kelembapannya turun hingga 11-12%. 

Ethiopia Konga by SMITH

Kopi ini disangrai oleh Shoot Me in The Head (SMITH), sebuah rumah sangrai yang telah berdiri semenjak tahun 2015. Bagi mereka, rumah sangrai merupakan salah satu aspek penting untuk menunjang industri kopi specialty yang berkesinambungan. Mereka percaya bahwa proses mengolah kopi dari biji kopi mentah atau green beans menjadi biji kopi yang telah disangrai merupakan suatu tantangan tersendiri. Tingkat kemasaman, kepahitan, serta manisnya kopi sangat menentukan saat proses sangrai ini. Tahun ini, SMITH membeli biji kopi mentah dari Ethiopia ini sebanyak 200kg. Alasannya? Banyak dari pelanggan mereka menyukai karakter rasa dari kopi Ethiopia Konga ini. Tak terkecuali, tim kurator kami! Saat mencicipi kopi ini, anda akan mendapatkan aroma jeruk limau yang kentara dan tasting notes sweet berry dan lemon dengan tea aftertaste.

 

Ciwidey Collective

Untuk kopi Indonesia, pilihan tim kurator kami jatuh pada Ciwidey Collective yang berasal dari daerah Jawa Barat. Tentunya bagi coffee enthusiasts seperti Anda, nama ini sudah tidak asing lagi. Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Jakarta membuat tempat ini begitu ramai dikunjungi sebagai tempat rekreasi kala libur akhir pekan maupun libur sekolah telah tiba. Kopi ini ditanam pada ketinggian 1.400 sampai 1.500mdpl dan memiliki beberapa varietas campuran. Kopi ini diolah dengan menggunakan metode washed atau proses basah. Proses pengolahan tersebut dilakukan di tempat pengolahan milik Frinsa Collective. Proses pengeringan kopinya memakan waktu 14 hingga 20 hari. Pada dua hari pertama, kopi akan dikeringkan di dalam rumah kaca. Selanjutnya, kopi dibawa dan dijemur di teras sebelum masuk dalam tahap hulling. Kopi yang ditanam oleh Bapak Wildan Mustofa ini memiliki iklim mikro dimana kondisi ini sangat cocok untuk menanam kopi. Perkebunan Frinsa sendiri telah menanam berbagai varietas kopi (Andungsari, P88, Borbor, Sigararutang, S795, serta masih banyak lagi). 

Ciwidey Collective by Panna Coffee

Disangrai oleh Panna Coffee Rumah Sangrai, sebuah rumah sangrai yang berdomisili di Ibukota Jawa Tengah, Semarang. Untuk tahun 2018 ini, mereka hanya fokus membeli biji kopi Ciwidey saja. Pada tahun sebelumnya, mereka telah membeli kopi dengan varietas Ateng Super. Mereka telah bekerja sama dengan Bapak Wildan Mustofa sebagai petani untuk membeli kopi Ciwidey collective selama dua tahun. Mengapa? Profil rasa kopi ini memiliki cakupan yang luas, sehingga memberikan ruang kepada para penyangrai untuk dapat menentukan seperti apa rasa kopi yang ingin mereka hasilkan dari proses sangrai. Karakter unik ini pula yang membuat tim kurator kami kagum dengan potensi serta rasa yang diproduksi oleh kopi Ciwidey ini.

Bukan hanya tim kurator kami saja yang menyukai 2 kopi yang sudah kami sebutkan di atas tadi, tapi juga beberapa pelanggan dan teman-teman Gordians yang sempat mencobanya sebelum dikirimkan.

Ya, seperti yang telah kami sampaikan di awal blog post ini, pengiriman kali ini adalah pengiriman yang cukup spesial. Untuk pertama kalinya, kami melakukan cupping bersama dengan Gordians dan beberapa teman undangan lainnya. Tujuannya tak lain adalah untuk berbagi pengalaman kepada Gordians tentang proses cupping yang kami lakukan sebelum menentukan kopi apa yang akan masuk ke dalam kotak berlangganan Gordi berikutnya.

cupping

Proses seleksinya pun berjalan cukup seru: ada 3 kopi Indonesia dan 3 kopi internasional yang hadir pada acara cupping tersebut. Para peserta cupping diharuskan mencatat aroma, body, sweetness & acidity dari masing-masing kopi yang dicoba. Di akhir cupping, peserta memilih 1 kopi Indonesia dan 1 kopi internasional yang paling mereka suka. Seru sekali, bukan?

Terima kasih kami ucapkan kepada Gordians dan teman undangan lainnya yang sudah bersedia hadir dan melakukan cupping bersama ini. Jika Anda penasaran ingin melihat keseruan kami saat proses cupping, silakan cek foto-fotonya di Fan Page kami.

Anda penasaran ingin mencoba Ethiopia Konga dan Ciwidey Collective? Jangan khawatir, masih ada stok terbatas untuk Anda coba di sini. Untuk berlangganan, silakan kunjungi laman berlangganan kami ya!



Leave a comment

Comments will be approved before showing up.


Also in Gordi Updates

Full Washed; Mengulik Cita Rasa Kopi Aceh Gayo Pantan Musara dan Colombia Las Brisas
Full Washed; Mengulik Cita Rasa Kopi Aceh Gayo Pantan Musara dan Colombia Las Brisas

August 14, 2018

Proses pasca panen boleh sama, namun rasa, boleh jadi berbeda. Apa yang menyebabkan keduanya bisa berbeda walaupun menggunakan proses pasca panen yang sama?

Kopi Indonesia yang menjadi primadona tim kurator Gordi pada pengiriman minggu lalu, berasal dari daerah penghasil nanas yang cukup terkenal di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah. Sebagai sandingan, kopi impor terpilih berasal dari negara yang merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia.

Baca Lebih Lanjut

Apa Arti Roast Level Bagi Peminum Kopi?
Apa Arti Roast Level Bagi Peminum Kopi?

August 01, 2018

Saat Anda membeli biji kopi, apa hal yang pertama kali Anda lihat pada kemasannya? Selain tasting notes dan roast date, pernahkah Anda melihat istilah roast level pada kemasan tersebut? Apa pengaruhnya pada rasa kopi yang Anda seduh?

Baca Lebih Lanjut

Keunikan Ragam Varietas Kopi - Bagian 2
Keunikan Ragam Varietas Kopi - Bagian 2

July 24, 2018

Varietas kopi apa lagi yang pernah Anda dengar, atau bahkan coba? Kali ini kami mengupas sedikit soal varietas Colombia, Ethiopian Heirloom, Gesha, Typica, S288, Catimor, dan Letefoho. Dapatkan Anda menebak, varietas kopi yang saat ini sedang banyak digandrungi pecinta kopi di Indonesia, bahkan dunia?

Baca Lebih Lanjut