Kenapa Kami Pilih Kenya AA Top Asali dan Sangkuriang Black Honey?

Kenapa Kami Pilih Kenya AA Top Asali dan Sangkuriang Black Honey?

April 11, 2018

Sudah penasaran dan sudah menunggu-nunggu kurasi kopi Gordi Subscription untuk pengiriman di awal bulan April ini? Ini dia 2 kopi istimewa kami: Kenya AA Top Asali (kopi internasional) dan Sangkuriang Black Honey (kopi lokal). 

Apa sih cerita dibalik 2 kopi ini? Simak ulasannya ya!

Kenya AA Top Asali
Bagi Anda yang belum familiar dengan kopi asal Kenya, kopi yang satu ini berasal dari sebuah koperasi petani bernama Asali. Kopi ini tumbuh pada ketinggian 1.674 mdpl. Kenya sudah tidak diragukan lagi, adalah negara di benua Afrika bagian timur yang terkenal sebagai produsen kopi berkualitas. Mengapa demikian? Mulai dari proses penanaman, penelitian dan pengembangan, hingga proses produksi, semua dikerjakan dan diatur secara terstruktur oleh para petani kopi di daerah tersebut. Penyematan AA (biasa diucap double A) disini menunjukkan ukuran dari biji kopinya. Selain itu, kopi kategori AA ini juga merupakan kopi yang paling dicari dari daerah Kenya. Ditanam pada kaki Gunung Aberdare Rangers di daerah Thika, kopi yang diproduksi oleh koperasi petani Asali ini menawarkan salah satu dari beberapa kopi yang terbaik dari Kenya (rasa yang halus tanpa menghasilkan rasa earthy). Kenya Asali AA kali ini disangrai oleh Society Coffee House, sebuah rumah sangrai mikro di Purwokerto, Jawa Tengah, yang telah berdiri sejak tahun 2015. Memiliki pengalaman selama hampir dua setengah tahun, Society Coffee House sangat menyukai pengalaman saat mereka menyangrai biji kopi yang berasal dari Afrika, salah satunya Kenya AA Top Asali ini. Mereka mengakui kesulitan perihal logistik saat membeli green beans atau kopi mentah internasional selain dari negara Afrika. Namun, justru kesulitan ini yang mendorong mereka untuk dapat mengulik karakter rasa kopi yang lebih maksimal. Saat mereka menyangrai biji kopi Kenya AA Top Asali ini, mereka menggunakan khusus dimana mereka mencoba memperlambat tempo putaran dari drum mesin sangrai di dua menit pertama, lalu biji kopi disangrai sampai agak menguning, lalu kecilkan debit apinya hingga proses cracking. Demi menjaga kualitas hasil sangrai, hasil dari cupping atau masukan dari para pelanggan tentang kopi mereka, selalu dijadikan bahan acuan untuk eksperimen selanjutnya. Penasaran dengan tasting notes-nya? Coba di sini.

Sangkuriang Black Honey
Dikembangkan di area Subang, Provinsi Jawa Barat, kopi ini tumbuh pada ketinggian 1.400 sampai 1.600mdpl. Di daerah asalnya, kopi ini hanya ditanam oleh satu keluarga saja. Perkebunan di sekitarnya cenderung menanam kopi Luwak demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hal ini dikarenakan jika dilihat dari sisi ekonomis, kopi tersebut dapat lebih menghasilkan keuntungan yang jauh dari kopi Sangkuriang Black Honey ini. Uniknya, kopi ini diolah dan diperiksa oleh seorang prosesor yang ternyata masih berstatus sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung. Pada awalnya, prosesor kopi ini hampir putus asa karena butuh kesabaran dan ketelitian agar hasil panen dari kopi ini didapatkan dengan maksimal. Akan tetapi, Arga, sang penyangrai dari Kopitalisme menilai bahwa kopi ini memiliki potensi besar yang jika diolah akan menghasilkan kualitas yang menyamai kopi internasional. Alhasil, kopi yang diproses dengan metode pasca-panen Black Honey ini dapat memproduksi rasa seperti gulali tradisional yang banyak kita jumpai di pelataran Sekolah Dasar di Indonesia. Kopitalisme, yang menyangrai kopi ini menyatakan bahwa kopi ini dapat dimaksimalkan kembali potensinya lewat banyak rasa, termasuk rasa gulali tradisional tadi. Kopitalisme sendiri merupakan rumah sangrai yang berlokasi di daerah Buaran, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Pengiriman kali ini pun spesial, karena kami ingin para pelanggan Gordi untuk dapat merasakan sensasi baru dalam mencicipi kopi yang telah kami kurasi. Jika sebelumnya Anda telah membaca artikel kami mengenai Black Package di bulan Februari kemarin, kami memilih coklat dari Pipiltin Cocoa untuk menghadirkan sensasi pengalaman Chocolate Pairing with Coffee. Coklat yang kami hadirkan disini yaitu Flores dan East Java dimana dua coklat ini memiliki karakter yang unik jika disandingkan dengan secangkir kopi.

Demikian tadi dua kopi internasional dan lokal yang telah kami kirimkan untuk Anda para Gordians yang selalu sabar menunggu paket apa yang akan kita kirimkan di tiap dua minggunya. Bagi Anda yang ingin mencoba layanan berlangganan biji kopi dari kami, silahkan kunjungi laman Subscribe. Jika Anda ingin menyeduh kopi di rumah atau tempat kerja saat ini, silahkan kunjungi Shop kami juga ya!

 



Leave a comment

Comments will be approved before showing up.


Also in Gordi Updates

Menikmati Kopi Honduras La Chorrera dan Toraja Marendeng Marampa
Menikmati Kopi Honduras La Chorrera dan Toraja Marendeng Marampa

April 23, 2018

Untuk pengiriman Gordi Subscription minggu lalu, tim kurator kami memilih kopi yang berasal dari negara penghasil kopi terbesar No. 5 di dunia. Dapatkah Anda menebak dari negara mana? Kopi Indonesia yang kami pilih, memiliki nama selaras dengan lagu daerah di Sulawesi Selatan; sebuah ungkapan syukur atas berlimpahnya kekayaan alam di tanah tersebut.

Baca Lebih Lanjut

Resep Menyeduh Sidra: Varietal Langka dari Colon Merino Hasil Sangrai Cupping Room Hong Kong
Resep Menyeduh Sidra: Varietal Langka dari Colon Merino Hasil Sangrai Cupping Room Hong Kong

April 21, 2018 2 Comments

Mendapatkan banyak pujian dari pelaku industri kopi dunia sebagai varietas kopi langka yang unik dan innovatif karena memiliki perpaduan karakteristik antara Red Bourbon dan Typica. Kopi ini diprediksi akan menggantikan kedudukan Gesha yang selama ini lebih dikenal. Seperti apa karakter jenis kopi ini? Mengapa ia begitu istimewa?

Baca Lebih Lanjut

Inspirasi: Ibu Rahmah, Kartini Masa Kini di Dunia Kopi
Inspirasi: Ibu Rahmah, Kartini Masa Kini di Dunia Kopi

April 21, 2018

Perempuan ini hanya tamatan SMA. Namun, kiprahnya di industri kopi Indonesia sudah mendunia. Tanpa banyak bicara, beliau membuat jejak rekamnya sejak 20 tahun lalu di tanah Gayo. Hanya satu misinya: memberikan penghidupan yang lebih layak bagi para petani perempuan di tanah Gayo. Koperasi kopi dibawah kepemimpinannya, kini telah memiliki hampir 2.000 anggota petani dimana 40% adalah perempuan. Siapakah Kartini tangguh ini?

Baca Lebih Lanjut