Perkembangan Alat Seduh Pour Over Yang Meramaikan Dunia Kopi di Indonesia

January 08, 2018 0 Comments

Perkembangan Alat Seduh Pour Over Yang Meramaikan Dunia Kopi di Indonesia

Metode pour-over bisa jadi adalah metode seduh yang paling populer saat ini di kalangan pecinta kopi di Indonesia. Betapa tidak, hampir semua coffee shop atau kedai kopi menawarkan metode ini. Metode seduh ini umumnya identik dengan sebuah alat yaitu V60 keluaran Hario. Banyak yang beranggapan bahwa pour over itu v60, padahal dalam perkembangannya, V60 bukan hanya milik Hario.

(Kredit foto: Melitta Bentz USA)

Cerita tentang pour over berkembang pada awalnya karena seorang ibu. Iya, seorang ibu yang menginginkan seduhan kopi sehari-seharinya tidak meninggalkan ampas ketika diminum. Adalah Melitta Bentz, seorang wanita kelahiran Jerman, yang pada tahun 1960an menemukan ide untuk mendapatkan rasa kopi yang lebih enak dengan menggunakan kertas dari buku catatan sekolah anaknya. Ide ini kemudian berkembang hingga akhirrnya ia dan suaminya mendirikan sebuah perusahaan yang khusus menawarkan coffee filter dan dripper satu lubang yang legendaris hingga hari ini. 

Pada tahun yang sama, Kalita Co., sebuah perusahaan keluarga di Jepang memperkenalkan dripper yang mirip dengan yang dibuat oleh Melitta. Kalita memodifikasi dripper tersebut menjadi 3 lubang. Selain itu, mereka juga membuat Kalita Wave, dripper dengan 3 lubang dan kertas saring yang berbentuk gelombang atau dikenal dengan sebutan Kalita Wave. 

Lima tahun kemudian, sekitar tahun 1973 muncul dripper bentuk kerucut yang pertama, bernama Kono Meimon. Kono Meimon adalah pelopor dripper kerucut yang ada saat ini. Sejatinya Kono adalah perusahaan kopi yang sejak 1925 membuat vacuum pot atau biasa disebut syphon. Memiliki rusuk penopang kecil yang ada di sepertiga bagian bawah, membuat dripper ini cukup susah menantang untuk menghasilkan clean cup. Kenapa? Hasil seduhannya menjadi lambat karena model uniknya ini. Sampai saat ini hanya ada satu bahan pembuatnya yaitu resin, yang konon digunakan karena tidak membuat panas berlebih ketika proses penyeduhan kopi.

Lebih dari 40 tahun kemudian V60 dripper berbentuk kerucut pun diperkenalkan dan menjadi salah satu fenomena di kalangan pecinta kopi. Tepatnya pada tahun 2005, dripper ini muncul ke publik dan menjadi salah satu dripper kerucut paling digemari pada tahun-tahun selanjutnya. Bahkan beberapa juara dunia WrBC pun menggunakannya. Salah satunya adalah Tetsu Katsuya juara WBrC 2016 dari Jepang yang menggunakan dripper V60 berbahan keramik. Dripper ini menyerupai Kono Meimon, namun memiliki lubang yang lebih lebar dan rusuk dalam yang memanjang dari atas sampai ke dasar dripper dan berbentuk gelombang untuk mempermudah aliran seduhan air. Sayangnya, cukup sulit mendapatkan konsentrasi body yang tebal dengan dripper ini dibandingkan saat menggunakan Kono Meimon.

Fenomena beragam dripper atau alat seduh pour over ini juga membuat metode kopi seduh manual (manual brewing) di Indonesia menjadi semakin ramai, terutama sekitar tahun 2010-an saat Philocoffee pertama kali memperkenalkan metode ini kepada para pecinta kopi di Indonesia.

Alat seduh mana yang menjadi favorit Anda?

 




Also in Gordi Updates

Referensi Metode Pour-over Bagi Para Home Brewers
Referensi Metode Pour-over Bagi Para Home Brewers

February 23, 2018 0 Comments

Bagi Anda yang suka menyesap nikmatnya secangkir kopi, baik di kedai kopi maupun dibuatkan oleh teman, maka tidak ada salahnya jika Anda berpikiran untuk mulai menyeduh sendiri di rumah. Namun pertanyaan yang kerap timbul dalam benak adalah “Mulai dari mana ya?”, “Enaknya pake alat apa ya? V60? Kalita? Atau Chemex?”, atau “kalo pake Chemex rasanya bakal lebih keluar ngga ya?”. Nah sebelum jauh pertanyaan-pertanyaan tersebut berkembang menjadi stigma negatif, ada baiknya simak metode seduh atau Brewing Methods yang dapat digunakan bagi Anda yang suka menyeduh di rumah atau baru berniat menyeduh di rumah. 

Read More

Mesakada dan Colombia Huila Elver Males: Kopi Pengiriman Pertama di Februari 2018
Mesakada dan Colombia Huila Elver Males: Kopi Pengiriman Pertama di Februari 2018

February 15, 2018 0 Comments

Hello Gordians, bagaimana kabar Anda di awal Februari ini? Semoga kegiatan ngopi nya tidak terganggu ya meskipun mungkin aktivitas Anda sedang cukup padat. Seperti biasa, pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai kopi yang menjadi pilihan pengiriman Gordi pada 7 Februari lalu yaitu Mesakada yang disangrai oleh Juno The Coffee Company serta Colombia Huila Elver Males yang disangrai oleh Smoking Barrels. 

Read More

Indonesia Coffee Events 2018: Perhelatan Serta Ajang Kumpul Pecinta Kopi – Demi Kopi Kebanggaan Negeri
Indonesia Coffee Events 2018: Perhelatan Serta Ajang Kumpul Pecinta Kopi – Demi Kopi Kebanggaan Negeri

February 13, 2018 0 Comments

Tawa itu masih terdengar, senyum dan wajah-wajah ceria sesama pecinta kopi masih membekas di ingatan. Gemuruh sorak saat para pemenang diumumkan pun masih berdengung keras. Itulah sekelumit memori kami dari Indonesia Coffee Events – Eliminasi Wilayah Barat, yang merupakan perhelatan dan ajang berkumpulnya para pecinta kopi terbesar di Indonesia yang kali ini diadakan di Kuningan City Mall Jakarta selama 4 hari berturut-turut, mulai dari tanggal 8-11 Februari.

Read More