Sebelum Kamu Membeli Aeropress, Ini Hal-Hal Yang Perlu Kamu Tahu
Sebelum Kamu Membeli Aeropress, Ini Hal-Hal Yang Perlu Kamu Tahu
by Irawan Shopify Collaborator

Buat kamu yang lagi mengeksplor metode brewing baru, tentu saja Aeropress pasti muncul di pikiran. Tapi, apa sih sebenernya Aeropress itu?

Alat ini adalah ciptaan Alan Adler, Direktur perusahaan Aerobie yang menciptakan produk mainan untuk olahraga. Setelah mengalami kesulitan dalam membuat secangkir kopi yang enak, beliau berkomitmen untuk menciptakan sebuah alat yang dapat memberikan kemudahan untuk ritual hariannya tersebut. 30 prototype kemudian, jadilah sebuah alat seduh kopi yang diberi nama Aeropress pada tahun 2005.

Fakta bahwa alat ini dibuat oleh perusahaan mainan membuat banyak orang skeptis pada awalnya. Namun, kopi yang dihasilkan ternyata membuat kagum banyak kalangan. Bahkan, pada hari ini, setiap tahunnya diadakan sebuah kompetisi brewing yang khusus mempertarungkan skillmenyeduh para brewers dengan Aeropress.

People go crazy about it, so it must be great, right?

Eits, belum tentu. Temukan jawabannya apakah Aeropress cocok sama kebutuhan kamu!

The Great

INI DIA ENAKNYA NGEBREW PAKE AEROPRESS

INI DIA ENAKNYA NGEBREW PAKE AEROPRESS

1. Enak Untuk Di Bawa Jalan-Jalan
Either kamu lagi jalan-jalan ke Flores atau mudik lebaran, Aeropress bakal jadi alat yang paling enak untuk dibawa-bawa. Soalnya, saat kamu beli alat ini, kamu juga akan mendapatkan sebuah tas kecil yang bisa memuat Aeropressnya, satu paket filter, adukan, dan sebuah hand grinder kecil. Tinggal cari air panas saat kamu sampai tujuan.

2. Design Unik dan Ngga Gampang Rusak
Design Aeropress bisa dibilang futuristik. Dengan tampilannya yang modern, kita suka membayangkan Aeropress ini sebagai French Press from the outer space. It looks awesome dan sangat fungsional. Dengan materialnya yang plastik, kamu ngga usah khawatir kalau alat ini jatuh dari meja atau dilempar sama pacar kamu yang lagi kesel. Ini salah satu alat yang menurut Gordi paling unbreakable, ngga seperti alat ini. Ini merupakan alasan tambahan untuk membawa Aeropress pas kamu lagi travelling!

2. Gampang Dibersihkan
Setelah kamu selesai mem-press kopi kamu ke dalam cangkir, kamu bisa dengan mudahnya membersihkan alat ini. Cukup dengan membuka tutup bagian bawahnya, arahkan Aeropressnya ke tempat sampah, tekan plungernya sedikit lagi, dan sisa kopinya akan pop out. Protip: Please, jangan lupa diarahkan ke tempat sampah ya, biar ngga malah nambah PR.

3. Kamu Bisa Eksperimen
Alat ini sangat sangat versatile. Bahkan, saking versatilenya, lama kamu menekan plungernya juga dapat mempengaruhi hasil akhir kopinya. Ditambah lagi, kalau kamu biasa bikin kopi dengan temperatur 92-96 derajat celsius, instructions yang ada di packaging nya merekomendasikan suhu 79-85 derajat sebagai suhu optimal.

The Bad


BISA JADI AEROPRESS BUKAN ALAT YANG COCOK DENGAN KESEHARIAN KAMU

1. Bukan Buat Yang Mau Ribet
Barusan kita bilang bahwa kamu bisa banyak bereksperimen dengan Aeropress. Tapi itu juga yang membuat Aeropress ini ngga cocok buat banyak orang. Terlalu banyak variabel kadang menyulitkan apabila kamu sering ganti-ganti kopi. Jadi harus sering ngulik resep tiap ada pengiriman kopi yang beda-beda datang ke rumah. Great, kalau kamu bisa dedikasikan waktu untuk itu. Tapi, kalau kamu fast-paced, aktivitas banyak dan gak mau ribet, mungkin Clever Dripper lebih cocok buat kamu.

2. Satu alat, Tiga Part, alias gampang ilang
Ah masa sih? Yes, ini kejadian yang pernah terjadi sama salah satu temen kita yang namanya enggan disebut. Kala itu, dia bawa Aeropressnya ke kantor karena baru dapet kiriman paket kopi baru, dan mau sekalian bagi-bagi ke temen-temen, Setelah brewing dan ngopi, Aeropress pun dicuci satu per satu part nya: tutupnya, badannya, dan plungernya. Namun, pas balik ke pantry tempat nyuci tadi, tinggal plunger sama badannya aja yang tersisa. Sedangkan tutupnya ngga pernah ketemu sampe hari ini. Ini realita yang sering terjadi sama pemilik Aeropress yang pelupa, teledor, atau punya temen klepto. Jadi, kalau kamu merasa seneng-seneng aja buat bereksperimen tapi masuk dalam salah satu kategori tersebut, mungkin lebih baik kamu stick sama V60 aja deh.

3. Bukan Buat Yang Mager
Surprisingly, ngepress plungernya keras lho! Ngga seperti drip method, di mana effort terbesar kamu adalah menuang, tahap akhir dari brewing dengan Aeropress adalah menekan plunger sehingga kopi menetes turun dan terekstraksi dengan baik. Buat kamu yang ultra mager, gerakan seperti ini membutuhkan energi dan willpower yang kuat, jadi yang ada, kamu jadi males ngebrew kopi sendiri.

KESIMPULANNYA…

So, semuanya kembali lagi ke kebutuhan dan keseharian kamu. Apakah kamu tipe orang yang sepertinya bakal cocok pake Aeropress? Atau kamu punya kesan-kesan tersendiri terhadap alat ini? Let us know in the comments below! Selain itu, kalau kamu senang bereksperimentasi dengan Aeropress dan butuh men-challenge diri kamu, subscribe ke Gordi untuk mendapatkan coffee beans baru setiap dua minggu sekali. Happy brewing!




Also in Gordi Blog

Perbedaan Antara Pulse Pouring Dengan Continuous Pouring
Perbedaan Antara Pulse Pouring Dengan Continuous Pouring

Setiap orang mempunyai cara sendiri untuk menikmati kopi. Kenikmatan rasa ini biasanya berbanding lurus dengan teknik/metode apa yang digunakan untuk menyeduh kopinya. Bagi home brewers yang suka sekali mengulik kopi, metode/teknik tertentu termasuk saat menuangkan air,...
Pilih Mana: Conical Burr Grinder vs Flat Burr Grinder
Pilih Mana: Conical Burr Grinder vs Flat Burr Grinder

Fungsi semua grinder (electric atau manual) sebenarnya sama: untuk menggiling biji kopi dan mengubahnya menjadi partikel yang lebih kecil sehingga Anda dapat menyeduh dan menikmati kopinya. Yang membuat pilihan membeli grinder lebih rumit adalah: pakai...

Kapan waktu yang tepat untuk menikmati secangkir kopi?
Kapan waktu yang tepat untuk menikmati secangkir kopi?

Pada umumnya, kebanyakan orang akan langsung memesan atau membuat secangkir kopi di pagi hari. Ada yang bilang mereka belum bisa fokus jika belum minum kopi bahkan ada juga yang merasa pusing jika tidak segera mencicipi kopi...