Apa Arti Roast Level Bagi Peminum Kopi?
Apa Arti Roast Level Bagi Peminum Kopi?
by Dimas Maulana

Saat Anda membeli biji kopi, apa hal yang pertama kali Anda lihat pada kemasannya? Selain tasting notes dan roast date, pernahkah Anda melihat istilah roast level pada kemasan tersebut? Pada umumnya, ada sebagian penyangrai yang juga menuliskan roast level pada kemasan sebagai panduan saat Anda membeli kopi.

Roast level pada dasarnya adalah indikator warna dari biji kopi yang Anda beli. Secara mendasar, ada 3 tingkatan yang biasanya paling sering kita lihat atau dengar: light, medium dan dark.

Photo by Bonavita World

Saat biji kopi mentah disangrai, faktor terpenting yang dapat menentukan rasa kopi pada cangkir yang Anda minum ini adalah roast level. Sebelum disangrai, biji kopi mentah memiliki tekstur yang lembut, dengan aroma seperti rumput segar dan sedikit/bahkan tanpa rasa.  Nah, saat proses sangrai inilah, biji kopi mentah akan berubah menjadi biji kopi yang khas, beraroma, dan renyah, yang kita kenali saat membeli kopi whole beans.

Apa pengaruh roast level ini pada kopi yang akan Anda minum? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Light roast

Pada level sangrai ini, biji kopi biasanya berwarna coklat muda terang, light body, dan tidak ada minyak pada permukaan biji kopinya. Light roasted beans seperti ini biasanya cenderung memiliki rasa seperti gandum panggang renyah dan tingkat keasaman yang lebih tinggi dibandingkan level sangrai lainnya. Selain karakter rasa kopinya yang lebih kaya dan kompleks, pada level ini kafein yang terdapat pada kopi juga lebih banyak. Istilah lain untuk level sangrai seperti ini adalah Half City, Light City, New England, atau Cinnamon.

Medium roast

Pada level sangrai medium, biji kopi berwarna lebih coklat dibandingkan light roast. Serupa dengan level sangrai light roast, tidak ada minyak pada permukaan biji kopinya. Namun, medium roast memiliki karakter rasa kopi yang lebih balance dari sisi aroma, kompleksitas rasa dan tingkat keasaman. Kadar kafein pada kopi yang disangrai medium roast ini agak sedikit lebih rendah dibandingkan light roast. Pada umumnya, inilah level roasting yang paling sering kita jumpai saat membeli biji kopi ritel di kedai kopi. Istilah lain untuk level roasting ini adalah City, Breakfast, Regular, dan American.

Dark Roast

Pada level ini, biji kopi berwarna coklat gelap atau bahkan hampir berwarna hitam. Kopi dengan level dark roast memiliki permukaan yang sangat berminyak, sehingga saat kita seduh kopinya, minyak ini akan kelihatan kentara di permukaannya. Kopi yang disangrai pada level ini umumnya memiliki karakter rasa pahit, berasap atau terbakar dan body yang lebih terasa tebal. Kadar kafein pada kopi ini jauh lebih rendah dibandingkan light roast dan medium roast. Kopi-kopi yang biasa Anda temui di Starbucks atau di Italia umumnya berada pada level ini.

Photo by Geronimo López on Unsplash

Menurut founder kami, Arief Said, roast level terkadang menjadi penilaian yang sangat relatif karena setiap penyangrai bisa memiliki definisi yang berbeda-beda. Hal inilah yang sering menimbulkan pertanyaan, “Apakah roast level ini hanya menandakan warna luar dari biji kopinya, atau termasuk di dalamnya?.”

Sebetulnya, tidak semua biji kopi bisa dinilai karakter rasa hanya berdasarkan warna luarnya saja. Contohnya: kopi Kenya; kopi dari dataran Afrika ini memiliki warna biji kopi mentah (green beans) yang cenderung lebih gelap dikarenakan ketinggian tanah tempat mereka menanam tanaman kopi. Ketika disangrai pada level light roast, warna akhirnya bisa menjadi lebih gelap dari kopi light roast pada umumnya. Kalau kami mengutip kata-kata Arief, maka “One person's city roast can be another person's dark roast.”

Ada beberapa orang yang sudah memiliki preferensi pribadi untuk menghindari roast level tertentu, seperti dark roast, karena mereka merasa kompleksitas dan keragaman karakter kopi biasanya sudah hilang di level sangrai tersebut.

Roast level bisa Anda jadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan saat membeli kopi, namun sebaiknya tidak dijadikan pertimbangan utama. Unsur lain seperti proses pasca panen atau daerah asal biasanya memiliki pengaruh yang lebih besar ketimbang tingkat sangrai.

Bagaimana pendapat Anda? Sudah pernahkah Anda mencoba semua roast level yang kami jelaskan di atas?   




Also in Gordi Blog

Perbedaan Rasa Kopi Arabika vs Kopi Robusta
Perbedaan Rasa Kopi Arabika vs Kopi Robusta

Saat mendengar Arabika dan Robusta, apa yang ada di benak Anda? Biasanya, kami akan mendapatkan jawaban seperti ini: “Arabika itu manis, Robusta itu pahit,” atau “Arabika itu harganya mahal, kalau Robusta lebih murah.”...

Pour Over, Immersion & Siphon. Apa bedanya ya?
Pour Over, Immersion & Siphon. Apa bedanya ya?

Pilihan alat seduhnya banyak. Setiap alat seduh akan menghasilkan rasa kopi yang berbeda. Tambahan lagi, tingkat kesulitan dari masing-masing metode seduh juga beragam! Ada pour-over, immersion, dan ada pula hybrid. Nah, jadi baiknya pilih metode...

3 Hal Yang Patut Diperhatikan Sebelum Membeli Saringan Kopi Kruve
3 Hal Yang Patut Diperhatikan Sebelum Membeli Saringan Kopi Kruve

Kita semua tahu bahwa ekstraksi yang merata adalah faktor penting untuk mencapai potensi terbaik sebuah kopi yang kita seduh. Ada berbagai cara untuk memastikan ekstraksi yang ideal, salah satunya adalah ukuran giling yang seragam....