Keunikan Ragam Varietas Kopi - Bagian 2
Keunikan Ragam Varietas Kopi - Bagian 2
by Finia Putra

Melanjutkan postingan kami tentang beragam varietas kopi beberapa waktu lalu, berikut adalah beberapa jenis lainnya yang mungkin sudah pernah Anda dengar atau bahkan coba.

Colombia

Varietas ini dikenal juga dengan sebutan Variedad Colombia. Varietas ini dikembangkan selama lima generasi oleh Cenicafe antara tahun 1968 dan 1982, yang merupakan hasil dari hibridisasi sukses antara Caturra dan Timor Hybrid.

Varietas ini mengalami pengoptimalan dan adaptasi yang sudah dikembangkan selama bertahun-tahun. Colombia, kini telah menjadi basis perkembangbiakan (breeding base) untuk berbagai sub-varietas, termasuk kultivar Tabi dan Castillo.

Tanaman kopinya menghasilkan banyak ceri kopi dan tahan hama/penyakit, membuatnya sangat populer di perkebunan-perkebunan kopi kecil. Bagaimana dengan karakter rasanya? Umumnya, Anda akan mendapatkan notes caramel, chocolate, with hints of sweet cherry, bright, dan full-bodied.

Jika penasaran ingin mencoba rasanya, Anda dapat mencoba Ludovico Valenzuela, hasil sangrai Mecca Coffee di Australia yang saat ini tersedia dalam stok terbatas di Gordi Shop :) 

Buah ceri kopi

Buah ceri kopi yang habis dipetik (foto kredit: Jun - @joeenout)

Ethiopian Heirloom

Jangan salah kaprah, varietas ini mencakup sejumlah varietas yang berbeda lho. Setiap varietas telah dibudidayakan di bagian tertentu negara selama berabad-abad. Bagaimana tidak, dari beberapa sumber yang kami temukan di internet, diperkirakan ada sekitar 6.000 hingga 10.000 varietas kopi di Ethiopia! Figur yang cukup ‘colossal’, bukan?

Maka tak heran, banyak yang sependapat bahwa varietas ini adalah keindahan yang penuh dengan misteri. Agak sulit untuk dijabarkan dengan kata-kata. Varietas ini berasal dari bunga liar yang terdapat di hutan kopi alami yang berada di Ethiopia barat daya. Setiap desa yang berada di wilayah ini, memiliki keragaman lingkungan masing-masing, yang diwariskan secara turun-menurun dari abad ke abad, yang terlihat nyata dari jenis tanah, ketinggian daerah, dan cuacanya. 

Gesha
Saat mendengar nama varietas ini, kami selalu membayangkan sesuatu yang di luar dunia pada normalnya. Sebuah varietas yang asing (tidak seperti yang lainnya), namun sangat menonjol dari hampir semua dimensi. Mulai dari harganya yang spektakuler, prestasinya pada setiap kompetisi, hingga karakter rasanya yang super dan luar biasa. Saat varietas ini muncul di permukaan dunia perkopian, seolah-olah ia mengirimkan tsunami ke industri kopi specialty. Dan percayalah, deskripsi kami ini tidak berlebihan.

Bagi Anda yang sudah pernah mencoba varietas Gesha, salah satu yang paling digandrungi dari jenis ini adalah cita rasa eksotis yang dihasilkannya. Kenapa disebut eksotis? Kopi varietas ini umumnya menghasilkan aroma jasmine dengan perpaduan rasa buah-buahan seperti blueberry, mangga, pepaya, dan jeruk, menghasilkan cita rasa yang sungguh luar biasa nikmat saat Anda mencobanya. Tingkat keasamannya pun lembut, dengan sentuhan fruity pada aftertaste-nya.

Panama Gesha Juliette

Panama Gesha Juliette, kopi Black Package pilihan bulan Januari lalu

Pada beberapa pengiriman Black Package subscription, kami menyuguhkan kopi-kopi langka varietas Gesha untuk memanjakan lidah para pelanggan.

Typica

Bisa dibilang, varietas ini adalah buyutnya semua varietas kopi yang kita kenal saat ini. Kata typica sendiri di bahasa Latin memiliki arti biasa. Varietas ini tumbuh, dan telah berhibridisasi serta disempurnakan selama berabad-abad. Ini adalah jenis kopi yang sangat populer, dan terkenal dengan kualitas cita rasanya yang clean, sweet, dan kualitas yang baik.

Saat merunut sejarah dan asal-muasal dari varietas ini, kami menemukan satu hal yang menarik dari penjelasan World Coffee Research. Pada katalog varietas di laman mereka, disebutkan bahwa Typica dipercaya berasal dari Ethiopia. Pada abad ke 15/16, benih Typica ini dibawa ke Yaman. Tahun 1670, benih ini dikirim ke India oleh Baba Budan. Lalu di tahun 1696 dan 1699, biji kopinya dikirim dari pantai Malabar, India ke pulau Batavia (yang sekarang kita kenal dengan Jawa, Indonesia). Beberapa biji ini adalah bibit yang dapat memunculkan apa yang sekarang kita kenal sebagai varietas Typica yang berbeda. Selain tanaman kopi yang tinggi, varietas ini juga memiliki biji kopi yang lebih besar. Namun, varietas ini umumnya menghasilkan produksi ceri kopi yang rendah dan sangat rentan terhadap hama/penyakit.

S288

Nama yang cukup unik untuk sebuah varietas kopi. Bagi anda penyuka mobil Jerman, jenis ini mungkin terdengar seperti varian mobil yang diproduksi oleh negara tersebut. Nah, di dunia kopi, S-288 ini adalah nama yang diberikan untuk persilangan alami antara kopi arabika dan liberika. Dengan genetik liberika, S288 yang ditemukan di India ini memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap penyakit karat daun. Karena kesuksesannya, kopi jenis ini dipersilangkan lagi dengan Kent dan dinamakan S-788. Kedua varietas ini dikenal sebagai linie-S di Indonesia atau dalam bahasa Inggris, S-Line.

Cupping beragam jenis varietas kopi oleh tim kurator Gordi 

Catimor

Catimor adalah kultivar, atau varietas hasil dari persilangan. Nama Catimor diambil dari dua varietas yang merupakan induknya yaitu: Caturra dan Timor. Timor adalah persilangan arabica dan robusta, yang menghasilkan kopi yang tahan penyakit karat daun seperti robusta, namun memiliki kekayaan rasa khas kopi arabika. Caturra pada umumnya memiliki hasil panen yang sangat banyak (sekitar 200 kg per hektarnya). Jika biasanya per 10rb hektar terdapat sekitar 6000 tanaman kopi, dengan Caturra petani dapat memadatkan lebih banyak tanaman kopi pada satu bidang kebun. Karena tahan penyakit dan cukup efisien, varietas jenis ini banyak digemari oleh petani kopi.

Letefoho

Kopi letefoho berasal dari daratan Timor Leste. Kedai kopi di Indonesia, mungkin masih jarang yang menjajakan kopi jenis ini. Namun, lain cerita jika Anda berkunjung ke Melbourne, Australia. Di Melbourne, banyak sekali kedai kopi yang menjajakan varietas ini, sehingga tidak sulit untuk menemukannya.

Cita rasa kopi letefoho mengingatkan kita pada cita rasa dari Kopi Toraja, karena rasa kedua kopi ini memanglah serupa. Akan tetapi, kopi letefoho memiliki aroma yang lebih kuat, dengan tingkat keasaman yang cukup tinggi. Pernahkan Anda mencobanya?

Yang sudah kami sebutkan diatas sebenarnya hanya sebagian kecil dari varietas kopi yang ada di luar sana. Varietas kopi apa yang sudah pernah Anda coba, tapi belum kami sebutkan di sini? Boleh share di kolom komentar ya!




Also in Gordi Updates

Gordi Review: Breville Smart Grinder Pro
Gordi Review: Breville Smart Grinder Pro

Gordi Review kali ini akan membahas sebuah grinder atau mesin penggiling biji kopi yang memiliki peran cukup penting dalam menyeduh kopi. Tidak hanya itu, alat ini juga dapat dikatakan cukup fundamental ketika kita memutuskan...
Gordi Jalan-Jalan Eps 4: Jakarta Coffee Week 2018
Gordi Jalan-Jalan Eps 4: Jakarta Coffee Week 2018

Perhelatan kopi terbesar telah usai dan tidak kelewatan Gordi pun berpartisipasi dengan berbeagai keseruan. Lihat betapa serunya di liputan jalan-jalan kami di expo yang dilaksanakan di PIK Avenue beberapa pekan yang lalu.
Mengulas Ulang Teknik Seduh French Press
Mengulas Ulang Teknik Seduh French Press

Siapa yang tidak pernah menggunakan french press, alat seduh ini digemari oleh banyak peminum kopi karena mudah digunakan, harganya terjangkau dan selalu menghasilkan persepsi body yang tebal. Namun bagaimana caranya supaya french press menghasilkan kopi...