Belajar Proses Pengolahan Kopi di Desa Pantan Musara, Aceh

Belajar Proses Pengolahan Kopi di Desa Pantan Musara, Aceh

May 04, 2018

Bulan April lalu, kami mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi salah satu kebun dan tempat pengolahan kopi di Desa Pantan Musara, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Kunjungan kami kali ini bertujuan untuk belajar serta melihat secara dekat bagaimana proses pengolahan kopi dilakukan. 

Berikut petikan cerita kami selama berada di Desa Pantan Musara, Aceh.

Dari Jakarta, kami melakukan perjalanan dengan pesawat dan mendarat di Medan. Perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan transportasi darat selama kurang lebih 11 jam menuju ke Desa Pantan Musara. Cukup panjang dan melelahkan, namun semuanya terbayar saat kami sampai di tujuan. Para pengurus perkebunan kopi di desa ini dipimpin oleh Bapak Hendra Maulizar, dan mereka sangat antusias menyambut kedatangan kami. Disana, kami belajar banyak hal dan cerita mengenai proses pengolahan kopi; mulai dari cara memetik ceri kopi, pemilihan dan pemilahan biji kopi mentah (green beans), hingga proses pasca-panen dan untuk selanjutnya dikirimkan ke penyangrai untuk disangrai lebih lanjut. 

Picking

Proses ini merupakan pemetikan buah ceri kopi dari pohonnya, dimana para petani akan melihat apakah buah ceri kopi tersebut layak untuk dipanen. Salah satu parameter yang digunakan untuk menentukan apakah sebuah kopi layak untuk dipetik, biasanya dari tingkat kematangannya. Jika tingkat kematangannya sudah maksimal, maka kualitas dari bijinya pun akan bagus.

Pulping

Proses pulping adalah proses pemisahan lapisan kulit terluar buah ceri kopiProses ini merupakan tahap paling awal setelah kopi dipetik dari kebun. Setelah kopi ceri dikumpulkan, hasil petikan kopi kemudian disortir lagi dan dilakukan pengupasan dengan bantuan mesin pulper dan air. Proses ini dilakukan untuk membersihkan lendir yang menempel pada buah ceri kopi. 

Hulling

Proses ini merupakan tahap dimana biji kopi dipisahkan dari cangkangnya untuk mendapatkan green beans. Dalam tahap ini, terdapat beberapa perbedaan dimana kopi yang diproses dengan metode pasca-panen honey atau araisin akan dijemur setelah pulping untuk kemudian dipisahkan antara lendir, cangkang, dan bijinya. Sementara pada proses natural, proses pulping dan hulling dilakukan setelah proses penjemuran atau drying 

Drying

Tahap ini bertujuan untuk mengeringkan biji kopi terlepas dari apapun prosesnya. Pada tahap ini, kopi dijemur di dua jenis tempat yaitu green house atau rumah kaca serta teras luas yang terkena sinar matahari langsung atau direct sunlight. Akan tetapi, terdapat beberapa perbedaan yang cukup signifikan dimana metode pasca-panen tertentu akan mempengaruhi cara, waktu pengeringan, serta tempat yang digunakan untuk mengeringkan kopi. Pada saat curah hujan terjadi sangat tinggi, dimana biji kopi kurang terpapar dengan matahari, para petani/pengurus kebun kopi biasanya melakukan pengeringan dengan meletakkannya di atas para-para. Para-para adalah tempat penjemuran kopi yang dilengkapi dengan wired drying bed dengan atap transparan.   

Sample Cupping

Setelah dikeringkan, biji kopi akan disangrai secukupnya untuk kemudian dilakukan proses uji coba cita rasa. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi hasil panen dan pasca-panen dari kopi tersebut. Tahapan ini juga bertujuan untuk mencari potensi kopi yang dapat dimaksimalkan lagi pada proses sangrai berikutnya yang biasanya akan dilakukan oleh para penyangrai yang membeli green beans dari tempat pengolahan ini. 

Proses Sortasi Akhir

Tahapan ini adalah tahapan yang dilakukan setelah proses sample cupping yang sudah kami sebutkan diatas tadi. Pada tahap ini, kopi akan disortir kembali untuk memisahkan biji kopi sesuai dengan kualitasnya. Pada dasarnya, proses sortasi kopi ini selalu dilakukan di tiap tahapan di atas. Akan tetapi, proses sortasi sebelumnya hanya terfokus pada biji yang cacat atau sama sekali tidak layak untuk diproses. Khusus pada tahapan ini, proses sortasi dilakukan untuk memilah kualitas biji kopi untuk selanjutnya dapat dipasarkan kepada rumah sangrai. Saat melakukan proses sortir ini, kami ditemani oleh ibu-ibu dari Desa Pantan Musara, yang ternyata memang melakukan hal ini hampir setiap harinya. Padahal, proses ini bisa berlangsung hingga larut malam lho! Betapa besar tenaga dan waktu yang harus diberikan oleh para ibu-ibu Desa Pantan Musara ini, untuk memastikan kita bisa mendapatkan kopi dengan kualitas terbaik.  

Perjalanan kami ke Desa Pantan Musara ini benar-benar memberikan kami pelajaran yang begitu besar mengenai semangat, pengorbanan, serta kegigihan dari para petani dan prosesor kopi selaku penggerak kopi specialty di ranah hulu. Tak heran jika kopi yang dihasilkan dari desa ini terlepas apapun prosesnya dapat menghasilkan rasa yang unik dan tidak kalah bersaing dengan kopi-kopi internasional lainnya. Yang penting untuk dicatat adalah: masih banyak edukasi yang perlu secara bersama kami lakukan, untuk menjaga konsistensi para petani saat menanam kopi dan memprosesnya hingga menghasilkan biji kopi mentah (green beans) yang terjaga kualitasnya. 

Terima kasih Bapak Hendra dan teman-teman Desa Pantan Musara! Kami belajar banyak sekali soal kopi pada kunjungan ini. Semoga bisa berkunjung kembali di lain waktu ya.

Demikian cerita singkat mengenai perjalanan kami selama berada di Desa Pantan Musara, Aceh. Semoga setidaknya, dapat memberikan Anda lebih banyak pemahaman mengenai proses pengolahan kopi yang sekarang sedang Anda nikmati. Yuk, ikut dukung industri kopi di Indonesia, agar menjadi lebih konsisten dan terjaga kualitasnya.

Sudah mulai kehabisan kopi? Atau perlu refill filter alat seduh? Kunjungi laman Shop kami ya! 



Leave a comment

Comments will be approved before showing up.


Also in Gordi Updates

Full Washed; Mengulik Cita Rasa Kopi Aceh Gayo Pantan Musara dan Colombia Las Brisas
Full Washed; Mengulik Cita Rasa Kopi Aceh Gayo Pantan Musara dan Colombia Las Brisas

August 14, 2018

Proses pasca panen boleh sama, namun rasa, boleh jadi berbeda. Apa yang menyebabkan keduanya bisa berbeda walaupun menggunakan proses pasca panen yang sama?

Kopi Indonesia yang menjadi primadona tim kurator Gordi pada pengiriman minggu lalu, berasal dari daerah penghasil nanas yang cukup terkenal di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah. Sebagai sandingan, kopi impor terpilih berasal dari negara yang merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia.

Baca Lebih Lanjut

Apa Arti Roast Level Bagi Peminum Kopi?
Apa Arti Roast Level Bagi Peminum Kopi?

August 01, 2018

Saat Anda membeli biji kopi, apa hal yang pertama kali Anda lihat pada kemasannya? Selain tasting notes dan roast date, pernahkah Anda melihat istilah roast level pada kemasan tersebut? Apa pengaruhnya pada rasa kopi yang Anda seduh?

Baca Lebih Lanjut

Keunikan Ragam Varietas Kopi - Bagian 2
Keunikan Ragam Varietas Kopi - Bagian 2

July 24, 2018

Varietas kopi apa lagi yang pernah Anda dengar, atau bahkan coba? Kali ini kami mengupas sedikit soal varietas Colombia, Ethiopian Heirloom, Gesha, Typica, S288, Catimor, dan Letefoho. Dapatkan Anda menebak, varietas kopi yang saat ini sedang banyak digandrungi pecinta kopi di Indonesia, bahkan dunia?

Baca Lebih Lanjut