Kopi Pilihan Minggu Ini: Ethiopia Oromia & Sulawesi Pendokesan
Kopi Pilihan Minggu Ini: Ethiopia Oromia & Sulawesi Pendokesan
by Finia Putra

Sudah ngopi apa Anda hari ini? :)

Ini saatnya kami berbagi cerita tentang 2 kopi yang telah tim kurator Gordi pilihkan pada pengiriman di awal bulan Mei lalu, yaitu Ethiopia Oromia, hasil sangrai Common Grounds Coffee Roaster dan Sulawesi Pendokesan yang disangrai oleh Goat Coffee Roaster.

Ethiopia Oromia

Untuk kopi internasional, pilihan tim kurator kami jatuh pada Ethiopia Oromia. Kopi ini berasal dari sebuah daerah di Guji, propinsi Sidamo, Ethiopia. Wilayah ini dikenal memiliki vegetasi alami yang menjadi tempat tinggal beragam spesies tanaman, sehingga memiliki tanah yang sangat cocok untuk mengembangkan kopi specialty. Kopi ini diproduksi oleh Unit Koperasi Petani Kopi Oromia atau Oromia Coffee Farmers Cooperative Union (OCFCU) dimana koperasi ini merupakan gabungan dari para kelompok petani kopi lokal di daerah tersebut. Berdiri sejak tahun 1999, koperasi ini bekerja sama dengan para petani lokal yang memiliki lebih dari 65% total lahan perkebunan yang ada di wilayah Oromia. Demi mempertahankan kualitas kopinya, mereka kini memiliki sebuah laboratorium khusus untuk cupping yang terletak di kantor mereka. Tidak hanya itu, mereka juga memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan teknis, finansial, administratif, serta pengolahan kopi. Di koperasi ini, mereka memiliki mesin pengolahan kopi yang memiliki kapasitas 3-4ton per jam, 5-7ton per jam, dan 11ton per jam untuk mendukung kebutuhan produksi.

Kopi istimewa kali ini disangrai oleh teman-teman Common Grounds Coffee Roaster, rumah sangrai yang telah berdiri sejak tahun 2014 dan memiliki lebih dari 5 lokasi cafe di Indonesia. Rumah sangrai ini didirikan oleh Aston Utan, Daryanto Witarsa, serta Yoshua Tanu. Memiliki pengalaman selama hampir 5 tahun menjalankan rumah sangrai membuat mereka sangat memahami seluk-beluk industri kopi dari hulu ke hilir. Kopi yang memiliki proses natural ini memiliki tasting notes  berries, almonds, serta green tea dengan ketebalan medium, smooth body. Untuk mendapatkan karakter rasa yang maksimal dari kopi Ethiopia Oromia ini, mereka menerapkan peningkatan suhu panas perlahan dengan waktu development mencapai 15%. Tidak hanya itu, tim Quality Control juga melakukan serangkaian metode blind cupping untuk mengetahui sejauh mana kopi ini dapat dimaksimalkan. Ini kopi internasional yang patut sekali untuk Anda coba!

Sulawesi Pendokesan


Berbicara mengenai kopi lokal, kopi kali ini datang dari sebuah Desa bernama Pendokesan, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Tumbuh pada ketinggian 1.600mdpl, kopi ini termasuk dalam kategori varietas Lini S, Typica, serta Ateng. Wilayah Desa Pendokesan lokasinya cukup jauh dari keramaian kota-kota besar, sehingga kopi dapat tumbuh secara natural tanpa adanya gangguan polusi industri. Bukan hanya itu, kebun kopinya pun terletak di dekat sebuah air terjun setinggi 10 meter. Wah, betapa bisa dibayangkan nikmatnya ngopi Sulawesi Pendokesan di dekat air terjun! Pemilik kebun kopi ini bernama Bapak Azmi, beliau adalah anggota dari Klasik Beans, sebuah koperasi petani yang telah berdiri sejak tahun 2011. Dengan bantuan dari Bapak Eko Purnomowidi, kepala koperasi dari Klasik Beans, Bapak Azmi dengan para petani lainnya selalu mencoba untuk mencari dan mengembangkan kualitas serta karakter rasa maksimal yang dapat diproduksi oleh kopi ini.

Disangrai oleh Goat Coffee Roaster, kopi yang berasal dari perkebunan nano-lot ini mereka temukan saat mereka sedang mencoba beberapa kopi di shelter milik Klasik Beans di daerah Gunung Puntang. Kopi ini dapat dikatakan cukup berbeda, mengingat kopi Sulawesi pada umumnya kurang dapat menghasilkan complexity seperti yang ada pada kopi ini yaitu lemongrass, molasses, milk chocolate, raisin dan red apples. Penasaran, akhirnya mereka memutuskan untuk membeli kopi ini walaupun hanya mendapat 30kg karena stoknya terbatas. Demi memaksimalkan hasil sangraian, mereka menjaga setiap tahapan sangrai termasuk menguji coba rasa kopinya dengan metode cupping selama tiga hari berturut-turut untuk mengetahui potensi apa yang dapat dimaksimalkan kembali. Jika Anda penikmat kopi Indonesia sejati, kopi ini tak boleh Anda lewatkan! 

Bagi Anda yang sudah menerima paketnya, jangan lupa tuliskan kesan atau resep seduh Anda di kolom komentar. Ingin mencoba dahulu kopi-kopi ini sebelum berlangganan? Langsung saja cek laman Shop kami ya! 




Also in Gordi Blog

Perbedaan Antara Pulse Pouring Dengan Continuous Pouring
Perbedaan Antara Pulse Pouring Dengan Continuous Pouring

Setiap orang mempunyai cara sendiri untuk menikmati kopi. Kenikmatan rasa ini biasanya berbanding lurus dengan teknik/metode apa yang digunakan untuk menyeduh kopinya. Bagi home brewers yang suka sekali mengulik kopi, metode/teknik tertentu termasuk saat menuangkan air,...
Pilih Mana: Conical Burr Grinder vs Flat Burr Grinder
Pilih Mana: Conical Burr Grinder vs Flat Burr Grinder

Fungsi semua grinder (electric atau manual) sebenarnya sama: untuk menggiling biji kopi dan mengubahnya menjadi partikel yang lebih kecil sehingga Anda dapat menyeduh dan menikmati kopinya. Yang membuat pilihan membeli grinder lebih rumit adalah: pakai...

Kapan waktu yang tepat untuk menikmati secangkir kopi?
Kapan waktu yang tepat untuk menikmati secangkir kopi?

Pada umumnya, kebanyakan orang akan langsung memesan atau membuat secangkir kopi di pagi hari. Ada yang bilang mereka belum bisa fokus jika belum minum kopi bahkan ada juga yang merasa pusing jika tidak segera mencicipi kopi...