Jakarta Coffee Exchange 2018: Mengenal Beragam Rasa Kopi Melalui Sensory Experience
Jakarta Coffee Exchange 2018: Mengenal Beragam Rasa Kopi Melalui Sensory Experience
by Shaby Hanifa

Sepanjang bulan Maret hingga awal April 2018 mendatang, Manual Jakarta bekerja sama dengan BMW Indonesia, mengadakan program bertajuk Jakarta Coffee ExchangeAcara ini diselenggarakan setiap hari Sabtu, bertempat di showroom BMW Indonesia yang berpartisipasi dan didukung oleh 20 kedai lokal Jakarta yang dapat Anda temui pop up cafe-nya setiap akhir pekan. Bukan hanya itu saja, Anda juga akan disuguhkan dengan aktivitas seru tentang kopi melalui sesi Gordi Sensory Experience, yang dipandu langsung oleh founder kami, Arief Said.

Program Jakarta Coffee Exchange ini resmi dimulai pada tanggal 10 Maret 2018 yang bertempat di salah satu dealer BMW Indonesia yaitu AML Thamrin. Khusus pada acara ini, kami melakukan aktivitas Guess The Coffee, dimana para peserta yang ikut harus menebak salah satu kopi dengan rasa yang berbeda dari tiga gelas kopi yang tersedia di depan mereka. Para peserta yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan hadiah dari BMW Indonesia. Acara ini turut didukung oleh SMITH (Shoot Me In The Head), yang membagikan kopi mereka secara gratis dan menambah hangat suasana.  
Sabtu, 17 Maret lalu, bertempat di Bestindo Car Utama Bintaro, kami bersama Three Folks mengadakan affogato pairing. Sesi ini lumayan seru, karena peserta diajak untuk menikmati satu shot espresso yang dipadukan dengan satu scoop es krim. Namun sebelumnya, para peserta yang ikut hadir pada aktivitas ini melakukan sensory experience terlebih dahulu. Apa sih yang dimaksud dengan sensory experience? Apa hubungannya dengan menikmati kopi?


Sensory experience adalah satu sesi dimana para peserta diberi pelatihan tentang bagaimana indera pengecap kita bekerja dan dapat membedakan setiap karakter yang terdapat pada secangkir kopi. Beberapa hal yang dipelajari adalah body (tingkat kekentalan kopi), aroma, serta sweetness dan acidity, dimana kita dapat membedakan antara rasa asam dan asem. Peserta dapat memahami bahwa kopi sebenarnya memiliki kandungan gula. Yang terakhir adalah untuk dapat merasakan balance. Di bagian yang terakhir ini, peserta diajak untuk mencari tahu apakah elemen-elemen yang disebut diatas, terasa merata atau tidak saat kita mencicipi kopi.

Dalam sesi tersebut, peserta juga turut berpartisipasi aktif dan berdiskusi mengenai pengalaman mereka setelah mencoba sensory experience. Di akhir sesi, kami menyuguhkan dua jenis kopi berbeda. Kami mengajak peserta untuk melakukan cupping sederhana, lalu mencatat perbedaan apa saja yang dapat mereka rasakan pada dua kopi tersebut. Jika Anda belum terbiasa melakukan cupping, tak perlu khawatir. Mencicipi beragam jenis kopi secara tidak langsung akan memperkaya indera pengecap Anda untuk dapat membedakan citarasa kopi. Ini adalah salah satu dari banyak alasan mengapa akhirnya banyak dari pelanggan kami beralih untuk berlangganan kopi di GordiSeru sekali, bukan?  

Tertarik untuk ikut dalam aktivitas ini? Cek jadwal dan daftar langsung melalui situs Manual Jakarta. Tertarik ingin ikutan sesi sensory experience selanjutnya? Cek jadwal dan daftar langsung melalui situs Manual Jakarta. Jakarta Coffee Exchange diadakan setiap hari Sabtu mulai dari tanggal 10 Maret – 7 April 2018. Jangan lewatkan juga kesempatan untuk berbincang-bincang dengan sesama penikmat kopi dan founder kami, Arief Said, untuk mengetahui lebih jauh bagaimana melatih sensory dan membedakan tiap karakter pada kopi.


Sampai jumpa akhir pekan ini di Jakarta Coffee Exchange ya! 




Also in Gordi Blog

Panduan Origin Kopi: Afrika
Panduan Origin Kopi: Afrika

Untuk mayoritas penikmat kopi seduh manual, hal pertama yang dicari saat ingin mencoba kopi baru adalah: dari mana asal atau origin kopinya? Bagaimana caranya membedakan karakter rasa antara kopi Ethiopia dengan Rwanda? simak disini kenapa kopi...
Perbedaan Rasa Kopi Arabika vs Kopi Robusta
Perbedaan Rasa Kopi Arabika vs Kopi Robusta

Saat mendengar Arabika dan Robusta, apa yang ada di benak Anda? Biasanya, kami akan mendapatkan jawaban seperti ini: “Arabika itu manis, Robusta itu pahit,” atau “Arabika itu harganya mahal, kalau Robusta lebih murah.”...

Pour Over, Immersion & Siphon. Apa bedanya ya?
Pour Over, Immersion & Siphon. Apa bedanya ya?

Pilihan alat seduhnya banyak. Setiap alat seduh akan menghasilkan rasa kopi yang berbeda. Tambahan lagi, tingkat kesulitan dari masing-masing metode seduh juga beragam! Ada pour-over, immersion, dan ada pula hybrid. Nah, jadi baiknya pilih metode...