Lidya Japar Halim, Lady Roaster dari 9Cups Coffee Roastery

Lidya Japar Halim; Lady Roaster dari 9Cups Coffee Roastery

March 08, 2018

Bagi Anda yang mengikuti serangkaian kegiatan perayaan ulang tahun kedua Gordi pada tanggal 25 Februari lalu, tentunya sempat melihat atau bahkan bertegur sapa dengan sosok yang satu ini. Adalah Lidya Japar Halim, seorang lady roaster atau penyangrai wanita yang menjalankan rumah sangrai sekaligus kedai kopi di bilangan Jakarta Barat, yaitu 9Cups Coffee. Bermula dari rutinitas pekerjaan yang membuatnya harus bekerja sampai larut malam, ia akhirnya sering mengkonsumsi kopi. Namun saat itu ia belum berpikiran untuk terjun dalam dunia kopi.

Di tahun 2014 akhirnya Lidya memutuskan berhenti dari pekerjaannya sebagai akuntan. Ini disebabkan tuntutan pekerjaan yang mengharuskannya berpisah dari keluarga karena penugasan di Kalimantan. Berbekal ilmu yang ia dapatkan dari hasil kumpul-kumpul di ABCD School of Coffee, ia pun memutuskan untuk membuka usaha micro-roastery. Pengalaman orang tuanya yang juga telah berjualan kopi selama bertahun-tahun, membuat Lidya tak lelah untuk terus mempelajari seluk-beluk tentang kopi. Akhirnya, ia menggabungkan tempat sangrai dengan kedai kopi agar pelanggan yang berkunjung dapat secara langsung menikmati kopi hasil sangraiannya.

Di awal memulai bisnisnya, Lidya hanya bermodalkan mesin sangrai Quest M3 dengan kapasitas per batch hingga 120-200 gram biji kopi saja. Kini, ia sudah memiliki mesin sangrai Toper dengan kapasitas 1 kilogram per sekali sangrai. Kedai yang lokasinya sangat dekat dengan Universitas Tarumanegara ini dibuka mulai pukul 9 pagi sampai 9 malam. Karena letaknya yang dekat dengan universitas, kedai ini ramah untuk mereka yang ingin menikmati secangkir kopi sambil bekerja atau mengerjakan tugas.

Menjalankan micro-roastery di Indonesia, terutama karena umumnya masih didominasi oleh kaum pria, tentunya Lidya mendapatkan banyak tantangan. Mulai dari sourcing beans atau mencari stok biji kopi mentah yang akan diolah, hingga mencari petani yang memiliki hasil kopi dengan konsistensi yang tinggi. “Bayangin deh, misal ada seorang petani dari Sulawesi, Toraja. Nah, misalkan dia panen terakhir bisa suplai ke kita 75kg, tapi di panen berikutnya belum tentu. Biasanya mereka baru bisa jamin sesaat sebelum panen. Ini yang akhirnya membuat kita, para roasters, harus mencari akal bagaimana mengatasi masalah seperti ini," ungkapnya. Tidak hanya itu, ia juga menuturkan bahwa ada beberapa petani yang masih belum memiliki standar dalam memberikan hasil kopinya. Kadang panen sebelumnya ada kopi defects atau cacat 10%, namun panen kali ini yang defects bisa 20%. Kondisi seperti ini tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk semua pelaku industri kopi cakupan hilir.

Walaupun begitu, Lidya punya rasa percaya dan harapan yang tinggi pada kopi Indonesia. Kopi yang selama ini ia sangrai semuanya berasal dari Indonesia. Ia yakin bahwa tak lama lagi, kualitas kopi Indonesia tidak kalah dengan kopi internasional seperti Ethiopia, Colombia, dan lainnya.

“Kopi wilayah Timur seperti contohnya Wamena, sebenarnya bisa lebih muncul karakternya kalau diolah dengan maksimal," tambahnya. Namun, masih banyak yang masih ragu dan tidak percaya diri dengan kopi yang dihasilkan.

Oleh karena itu, ia juga berpesan: berbanggalah kita menjadi orang Indonesia, tempat dimana kopi-kopi dengan berbagai varietas dapat ditanam dan dimaksimalkan demi mendapatkan karakter rasa yang tentunya tidak kalah saing dengan kopi internasional lainnya.

Ingin mencicipi beberapa kopi hasil sangrai Lidya? Ada Tolu Batak, Sunda Geulis, dan Koerintji Barokah yang dapat langsung Anda pesan hari ini. Atau, sempatkan mampir ke kedai kopinya ya! :)



Leave a comment

Comments will be approved before showing up.


Also in Gordi Updates

Resep Seduh Finca Santa Teresa Batista - Black Package bulan Mei 2018
Resep Seduh Finca Santa Teresa Batista - Black Package bulan Mei 2018

May 21, 2018

Ada yang istimewa di Black Package bulan Mei 2018. Bukan saja istimewa kopinya, varietalnya, namun juga cerita dibalik penyangrainya. Begitu istimewanya, hingga Dutch Colony Co., sang rumah sangrai, menghadirkan kopi ini khusus pada perayaan hari jadi mereka yang ke-5.

Kenalkan, si manis Finca Santa Teresa Batista. 

Baca Lebih Lanjut

Ethiopia Konga & Ciwidey Collective; Kopi Spesial Pilihan Gordians
Ethiopia Konga & Ciwidey Collective; Kopi Spesial Pilihan Gordians

May 18, 2018

Pengiriman kopi berlangganan Gordi kali ini adalah pengiriman yang spesial. Bukan semata-mata karena tim kurator kami telah berhasil memilih pasangan kopi Indonesia dan kopi internasional yang serasi, namun karena kami melakukannya dengan para Gordians! Bulan April lalu, kami mengundang Gordians dan beberapa teman undangan dalam acara cupping tertutup. Simak cerita kopi, penyangrai, serta keseruan kami memilih kopi bersama-sama!

Baca Lebih Lanjut

Kopi Pilihan Minggu Ini: Ethiopia Oromia & Sulawesi Pendokesan
Kopi Pilihan Minggu Ini: Ethiopia Oromia & Sulawesi Pendokesan

May 07, 2018

Kopi pilihan tim kurator kami minggu ini adalah Ethiopia Oromia hasil sangrai Common Grounds dan Sulawesi Pendokesan, hasil sangrai teman-teman Goat Coffee Roaster. Yang satu berasal dari dataran tinggi di daerah Guji, Ethiopia sementara yang satu lagi berasal dari perkebunan yang terletak di bawah kaki Gunung Latimojong. Sudah pasti, kopi-kopi ini juga memiliki karakter rasa yang unik dan patut Anda coba!

Baca Lebih Lanjut