Lidya Japar Halim, Lady Roaster dari 9Cups Coffee Roastery
Lidya Japar Halim; Lady Roaster dari 9Cups Coffee Roastery
by Finia Putra

Bagi Anda yang mengikuti serangkaian kegiatan perayaan ulang tahun kedua Gordi pada tanggal 25 Februari lalu, tentunya sempat melihat atau bahkan bertegur sapa dengan sosok yang satu ini. Adalah Lidya Japar Halim, seorang lady roaster atau penyangrai wanita yang menjalankan rumah sangrai sekaligus kedai kopi di bilangan Jakarta Barat, yaitu 9Cups Coffee. Bermula dari rutinitas pekerjaan yang membuatnya harus bekerja sampai larut malam, ia akhirnya sering mengkonsumsi kopi. Namun saat itu ia belum berpikiran untuk terjun dalam dunia kopi.

Di tahun 2014 akhirnya Lidya memutuskan berhenti dari pekerjaannya sebagai akuntan. Ini disebabkan tuntutan pekerjaan yang mengharuskannya berpisah dari keluarga karena penugasan di Kalimantan. Berbekal ilmu yang ia dapatkan dari hasil kumpul-kumpul di ABCD School of Coffee, ia pun memutuskan untuk membuka usaha micro-roastery. Pengalaman orang tuanya yang juga telah berjualan kopi selama bertahun-tahun, membuat Lidya tak lelah untuk terus mempelajari seluk-beluk tentang kopi. Akhirnya, ia menggabungkan tempat sangrai dengan kedai kopi agar pelanggan yang berkunjung dapat secara langsung menikmati kopi hasil sangraiannya.

Di awal memulai bisnisnya, Lidya hanya bermodalkan mesin sangrai Quest M3 dengan kapasitas per batch hingga 120-200 gram biji kopi saja. Kini, ia sudah memiliki mesin sangrai Toper dengan kapasitas 1 kilogram per sekali sangrai. Kedai yang lokasinya sangat dekat dengan Universitas Tarumanegara ini dibuka mulai pukul 9 pagi sampai 9 malam. Karena letaknya yang dekat dengan universitas, kedai ini ramah untuk mereka yang ingin menikmati secangkir kopi sambil bekerja atau mengerjakan tugas.

Menjalankan micro-roastery di Indonesia, terutama karena umumnya masih didominasi oleh kaum pria, tentunya Lidya mendapatkan banyak tantangan. Mulai dari sourcing beans atau mencari stok biji kopi mentah yang akan diolah, hingga mencari petani yang memiliki hasil kopi dengan konsistensi yang tinggi. “Bayangin deh, misal ada seorang petani dari Sulawesi, Toraja. Nah, misalkan dia panen terakhir bisa suplai ke kita 75kg, tapi di panen berikutnya belum tentu. Biasanya mereka baru bisa jamin sesaat sebelum panen. Ini yang akhirnya membuat kita, para roasters, harus mencari akal bagaimana mengatasi masalah seperti ini," ungkapnya. Tidak hanya itu, ia juga menuturkan bahwa ada beberapa petani yang masih belum memiliki standar dalam memberikan hasil kopinya. Kadang panen sebelumnya ada kopi defects atau cacat 10%, namun panen kali ini yang defects bisa 20%. Kondisi seperti ini tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk semua pelaku industri kopi cakupan hilir.

Walaupun begitu, Lidya punya rasa percaya dan harapan yang tinggi pada kopi Indonesia. Kopi yang selama ini ia sangrai semuanya berasal dari Indonesia. Ia yakin bahwa tak lama lagi, kualitas kopi Indonesia tidak kalah dengan kopi internasional seperti Ethiopia, Colombia, dan lainnya.

“Kopi wilayah Timur seperti contohnya Wamena, sebenarnya bisa lebih muncul karakternya kalau diolah dengan maksimal," tambahnya. Namun, masih banyak yang masih ragu dan tidak percaya diri dengan kopi yang dihasilkan.

Oleh karena itu, ia juga berpesan: berbanggalah kita menjadi orang Indonesia, tempat dimana kopi-kopi dengan berbagai varietas dapat ditanam dan dimaksimalkan demi mendapatkan karakter rasa yang tentunya tidak kalah saing dengan kopi internasional lainnya.

Ingin mencicipi beberapa kopi hasil sangrai Lidya? Ada Tolu Batak, Sunda Geulis, dan Koerintji Barokah yang dapat langsung Anda pesan hari ini. Atau, sempatkan mampir ke kedai kopinya ya! :)




Also in Gordi Blog

Perbedaan Rasa Kopi Arabika vs Kopi Robusta
Perbedaan Rasa Kopi Arabika vs Kopi Robusta

Saat mendengar Arabika dan Robusta, apa yang ada di benak Anda? Biasanya, kami akan mendapatkan jawaban seperti ini: “Arabika itu manis, Robusta itu pahit,” atau “Arabika itu harganya mahal, kalau Robusta lebih murah.”...

Pour Over, Immersion & Siphon. Apa bedanya ya?
Pour Over, Immersion & Siphon. Apa bedanya ya?

Pilihan alat seduhnya banyak. Setiap alat seduh akan menghasilkan rasa kopi yang berbeda. Tambahan lagi, tingkat kesulitan dari masing-masing metode seduh juga beragam! Ada pour-over, immersion, dan ada pula hybrid. Nah, jadi baiknya pilih metode...

3 Hal Yang Patut Diperhatikan Sebelum Membeli Saringan Kopi Kruve
3 Hal Yang Patut Diperhatikan Sebelum Membeli Saringan Kopi Kruve

Kita semua tahu bahwa ekstraksi yang merata adalah faktor penting untuk mencapai potensi terbaik sebuah kopi yang kita seduh. Ada berbagai cara untuk memastikan ekstraksi yang ideal, salah satunya adalah ukuran giling yang seragam....