Mikael Teguhjaya; Sang Penyangrai Dibalik Juno The Coffee Company

Mikael Teguhjaya; Sang Penyangrai Dibalik Juno The Coffee Company

March 06, 2018

Siapa yang belum kenal atau pernah lihat kemasan kopi warna putih berstiker biru lengkap dengan gambar kucingnya? Ya, ini adalah kemasan khas dari Juno The Coffee Company; sebuah micro-roastery yang terletak di Kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Branding roastery ini sangat lekat dengan sosok kucing yang memang merupakan binatang peliharaan dari sang pemilik, Mikael Teguhjaya. Mikael adalah salah satu pendiri micro-roastery yang ikut berkontribusi pada perkembangan dunia kopi specialty di Indonesia. Saat syukuran ulang tahun Gordi pada tanggal 25 Februari lalu, kami berkesempatan ngobrol dengan Mikael dan mengulik lebih jauh tentang perjalanan Juno The Coffee Company.

Berawal dari rasa penasarannya terhadap kopi, Mikael yang awalnya hanya sebatas penikmat kopi, mulai memiliki ketertarikan pada dunia kopi specialty. Saat itu, ia mencoba mengikuti kelas kopi yang diadakan oleh ABCD Schools of Coffee. Lalu, ia ditawari temannya untuk membuka sebuah kedai kopi di Yogyakarta. Namun, karena satu dan lain hal, ia harus mengurungkan niatnya untuk menjalankan kedai kopi tersebut. Hingga akhirnya, sebelum ajang Jakarta Coffee Week pada tahun 2016, Mikael mendapat tawaran untuk menyangrai green beans yang hasilnya akan dijual pada ajang tersebut. Akhirnya ia memberanikan diri untuk menyangrai kopi mentah tersebut dengan menumpang rumah sangrai teman-temannya; salah satunya adalah Ci Lidya, panggilan akrab dari Lidya Japar Halim, pemilik 9Cups Coffee.

Ternyata, antusiasme para pengunjung Jakarta Coffee Week 2016 terhadap kopi hasil sangraiannya sangat tinggi dan di luar ekspektasinya. Ia makin yakin dan memantapkan diri untuk membuka rumah sangrai sendiri berbekal mesin sangrai kopi dengan merk Uncle John. “Om John itu pemain lama di dunia kopi. Dia selalu dengerin apa yang kita mau, mesin roasting gimana yang kita butuhin,” ungkapnya.

Menggeluti dunia hilir kopi specialty di Indonesia bukanlah perkara yang mudah, namun bukan berarti sulit. Menurut Mikael, dibutuhkan ketelitian, kecermatan, dan perencanaan yang tepat. Tantangan terbesar yang ia lalui sebagai seorang penyangrai adalah konsistensi kopi yang dihasilkan oleh petani tertentu. Ia merasa ada sebagian petani yang memang belum dapat memaksimalkan hasil kopinya di setiap masa panen. Terkadang, terdapat 15%-20% biji yang cacat dalam satu masa panen. Dengan kondisi seperti ini, maka seorang penyangrai harus dapat melakukan perencanaan yang matang soal kebutuhan kopi mentah yang akan ia olah dengan permintaan dari para pelanggan.

Tidak hanya itu, ketersediaan dari biji kopi mentah atau green beans juga harus tetap diawasi. Apabila terjadi gagal panen atau diserang hama, penyangrai harus siap mencari alternatif jenis kopi atau petani lain yang dapat menyediakan jenis kopi sama. Kedepannya, Mikael berharap agar para petani kopi dapat meningkatkan kualitas dari hasil panen mereka terlepas dari keterbatasan apapun termasuk finansial yang selama ini menjadi masalah utama mereka.

Mikael dan Bilbo

Mikael dan sang istri, Penny, adalah pecinta hewan. Ada beberapa kucing yang mereka pelihara saat ini berasal dari jalanan, yang sebelumnya mereka selamatkan. Dari beberapa yang mereka pelihara, ada satu kucing yang bernama Juno. Inilah cikal bakal nama Juno The Coffee Company, yang memiliki sisi filosofis cukup dalam untuk Mikael.

Kenapa dia begitu istimewa?

Juno adalah salah satu kucing peliharaan Mikael, saat awal ia mendirikan rumah sangrainya. Semasa hidupnya, Juno adalah kucing yang periang dan selalu baik terhadap kucing lainnya. Menurut Mikael, Juno bahkan suka membantu kucing yang sedang kesusahan. Sifat Juno yang unik ini memberikan inspirasi untuk Mikael dan istrinya, yang akhirnya terciptalah nama Juno The Coffee Company, lengkap dengan gambar kucing sebagai logonya. Mirip dengan cerita perjalanan Juno, Mikael berharap rumah sangrainya dapat membantu dan menginspirasi orang-orang di sekitar mereka untuk tetap semangat melakukan yang terbaik, terlepas dari tantangan apapun yang dihadapi.

Jika Anda berniat mengunjungi sekaligus melihat proses sangrai kopi yang dilakukan oleh Mikael, maka tidak ada salahnya untuk mengunjungi kediamannya di daerah Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Untuk informasi selengkapnya, silahkan cek Juno The Coffee Company.



Leave a comment

Comments will be approved before showing up.


Also in Gordi Updates

Full Washed; Mengulik Cita Rasa Kopi Aceh Gayo Pantan Musara dan Colombia Las Brisas
Full Washed; Mengulik Cita Rasa Kopi Aceh Gayo Pantan Musara dan Colombia Las Brisas

August 14, 2018

Proses pasca panen boleh sama, namun rasa, boleh jadi berbeda. Apa yang menyebabkan keduanya bisa berbeda walaupun menggunakan proses pasca panen yang sama?

Kopi Indonesia yang menjadi primadona tim kurator Gordi pada pengiriman minggu lalu, berasal dari daerah penghasil nanas yang cukup terkenal di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah. Sebagai sandingan, kopi impor terpilih berasal dari negara yang merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia.

Baca Lebih Lanjut

Apa Arti Roast Level Bagi Peminum Kopi?
Apa Arti Roast Level Bagi Peminum Kopi?

August 01, 2018

Saat Anda membeli biji kopi, apa hal yang pertama kali Anda lihat pada kemasannya? Selain tasting notes dan roast date, pernahkah Anda melihat istilah roast level pada kemasan tersebut? Apa pengaruhnya pada rasa kopi yang Anda seduh?

Baca Lebih Lanjut

Keunikan Ragam Varietas Kopi - Bagian 2
Keunikan Ragam Varietas Kopi - Bagian 2

July 24, 2018

Varietas kopi apa lagi yang pernah Anda dengar, atau bahkan coba? Kali ini kami mengupas sedikit soal varietas Colombia, Ethiopian Heirloom, Gesha, Typica, S288, Catimor, dan Letefoho. Dapatkan Anda menebak, varietas kopi yang saat ini sedang banyak digandrungi pecinta kopi di Indonesia, bahkan dunia?

Baca Lebih Lanjut