Mesakada dan Colombia Huila Elver Males: Kopi Pengiriman Pertama di Februari 2018
Mesakada dan Colombia Huila Elver Males: Kopi Pengiriman Pertama di Februari 2018
by Shaby Hanifa

Hello Gordians, bagaimana kabar Anda di bulan Februari ini? Semoga kegiatan ngopinya tidak terganggu ya meskipun mungkin aktivitas Anda cukup padat. Seperti biasa, pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai kopi yang menjadi pilihan pengiriman Gordi pada 7 Februari lalu, yaitu Mesakada yang disangrai oleh Juno The Coffee Company serta Colombia Huila Elver Males yang disangrai oleh Smoking Barrels.

Mesakada
Kopi ini dikembangkan di bagian Timur Indonesia, yaitu Pulau Sulawesi. Berasal dari sebuah perkebunan yang dikelola oleh dua orang bernama Tanndi serta Martin Luther, kopi ini termasuk dalam kategori varietas Lini S serta typica. Mereka telah memproduksi berbagai macam varietas kopi di kebun yang terletak di Desa Banea, Sumarorong, Mamasa, Sulawesi Barat. Wilayah Mamasa sendiri mungkin tidak begitu dikenal seperti Toraja. Meskipun begitu, wilayah ini telah memproduksi ribuan ton kopi per tahunnya. Akses menuju kesana pun dapat dikatakan sulit karena kondisi jalan yang cukup sulit dilintasi serta lebar jalanan yang kadang tertutupi tanaman kopi. Wilayah ini juga dikelilingi oleh tanaman Markisa, Nanas, Vanili, serta Jeruk Limau, Sengon, serta pohon Palem. Kopi yang memiliki proses full washed ini tumbuh di ketinggian 1.400 sampai 1.600mdpl. Kopi kemudian dibawa menuju Koperasi Distrik Mamasa yang dipimpin oleh Hendrik dan Rifki.

Perkebunan ini menjadi terkenal di kalangan pecinta kopi setelah para roaster mikro maupun makro membeli langsung dari petaninya. Salah satunya adalah pertemuan antara Juno The Coffee Company dengan petani kopi Mesakada yang tergolong cukup unik. Saat itu, Juno sedang berkunjung ke salah satu kedai kopi lokal. Kebetulan, di saat yang sama, petani Mesakada sedang menawarkan biji kopinya kepada kedai tersebut. Singkat cerita, roaster Juno tertarik dengan aroma floral serta vanilla sebagai tasting notes-nya. Mereka membeli 200kg green beans dari petani tersebut lalu menyangrainya sesuai standar mereka. Hasilnya: ada notes Floral, Passion Fruit, Vanilla Caramel, serta aroma Lemongrass yang menjadi karakter khas dari biji kopi ini.

Colombia Huila Elver Males
Huila bagian selatan merupakan sebuah area yang dikelilingi oleh perkebunan kopi dengan potensi yang luar biasa. San Augustin serta Pitalito merupakan dua kota penting di wilayah ini. Kopi ini dikembangkan oleh seseorang yang bernama Elver Males yang merupakan petani mikrolot di Isnos, Huila bagian selatan. Ia mengembangkan jenis varietas Tabi yang merupakan persilangan dari Typica, Bourbon, serta Timor. Varietas yang tumbuh di ketinggian 1.900mdpl ini awalnya dikembangkan dengan tujuan menghindari kerontokkan daun pada pohon kopi, namun tetap memiliki karakteristik seperti Typica serta Caturra. Kebun yang dimiliki oleh Elver Males termasuk dalam bagian Koperasi Cadefihuila yang berfokus pada kualitas, menyeleksi kopi yang memiliki 86 poin keatas dengan tingkat kelembapan 11%. Dalam proses ini, kopi dipetik 3 sampai 4 tahap. Tahap pertama dan terakhir pada umumnya menghasilkan sortiran kopi dengan kualitas lebih rendah. Pada sortiran di tahap kedua dan ketiga inilah biji kopi terbaik dengan tingkat kematangan ceri yang lebih sempurna didapatkan. Kopi kemudian dikupas lalu difermentasikan selama 1-2 hari, tergantung dari temperaturnya (lebih tinggi lebih cepat). Lalu kopi dicuci untuk menghilangkan getahnya. Terakhir, kopi dijemur dibawah sinar matahari selama 10-18 hari di dalam pengering parabolic yang berfungsi seperti green house sampai tingkat kelembapan kopi mencapai angka dibawah 11%.

Di tahap sangrainya, Smoking Barrels menyatakan bahwa kopi ini memiliki tingkat kepadatan yang tinggi. Hal ini membuat kopi yang disangrai perlu perhatian lebih agar mendapatkan hasil yang sesuai serta rasa yang unik. Memiliki misi untuk menjaga kualitas serta rasa dari biji kopi, Smoking Barrels menggunakan piranti lunak (software) yang dapat melacak tingkat sangraian serta menganalisa hasilnya agar dapat dijadikan bahan pelajaran untuk sangrai selanjutnya. Saat mereka berhasil menemukan profil rasa yang cocok untuk sebuah kopi, mereka dapat menggunakan rumus yang sama untuk menyangrai kopi tersebut dengan rasa yang tetap sama.

Nah, itu tadi kopi lokal serta internasional yang telah kami kurasi pada pengiriman 7 Februari lalu. Tertarik untuk mulai berlangganan? Silakan klik disini. Jika Anda menemukan resep tertentu yang dapat menghasilkan tasting notes berbeda dari kedua kopi tesebut, jangan lupa komen dibawah ya.

Happy brewing!




Also in Gordi Updates

Mengulas Ulang Teknik Seduh French Press
Mengulas Ulang Teknik Seduh French Press

Siapa yang tidak pernah menggunakan french press, alat seduh ini digemari oleh banyak peminum kopi karena mudah digunakan, harganya terjangkau dan selalu menghasilkan persepsi body yang tebal. Namun bagaimana caranya supaya french press menghasilkan kopi...
Kilas balik Jakarta Coffee Week 2018, Surganya Para Pecinta Kopi Nusantara dan Dunia
Kilas balik Jakarta Coffee Week 2018, Surganya Para Pecinta Kopi Nusantara dan Dunia

Tak terasa, satu pekan sudah terlewati sejak perhelatan terbesar para pecinta kopi di Indonesia, Jakarta Coffee Week 2018 atau Jacoweek, usai digelar. Bagi kami, acara tahunan ini selalu membawa cerita unik dan...

Menyeduh Kopi Papua New Guinea dan Sunda Gulali dengan Clever Dripper dan V60
Menyeduh Kopi Papua New Guinea dan Sunda Gulali dengan Clever Dripper dan V60

Selalu ada yang berbeda pada setiap pengiriman paket berlangganan kopi di Gordi. Pada pengiriman paket Orange dan Blue yang lalu, 2 pasangan kopi yang dipilih oleh tim kurator kami adalah kopi dari Papua New...