Pour Over, Immersion & Siphon. Apa bedanya ya?
Pour Over, Immersion & Siphon. Apa bedanya ya?
by Ridwan Gustomo

“Emang apa bedanya sih nyeduh kopi pakai alat-alat seduh tertentu? Hasilnya juga sama-sama aja kan?”

Untuk penyeduh rumahan atau homebrewers yang sudah sering menyeduh di rumah, mungkin pertanyaan ini akan membuat Anda mengucap dalam hati: “Masa gitu aja ngga tau sih?”

Pada kenyataannya, untuk homebrewers pemula/yang baru memulai, ini adalah salah satu kesulitan yang harus dihadapi saat akan mulai membeli alat seduh.

Kenapa? karena pilihan alat seduhnya banyak. Setiap alat seduh akan menghasilkan rasa kopi yang berbeda. Tambahan lagi, tingkat kesulitan dari masing-masing metode seduh juga beragam!

Ada pour-over, immersion, dan ada pula hybrid. Nah, jadi baiknya pilih metode seduh dan alat seduh yang mana?

Menemukan metode seduh yang sesuai dengan preferensi Anda sebenarnya mudah. Yang suka menjadi hambatan/ketakutan adalah: bereksperimen dengan metode yang beragam ini! :)

 Berikut beberapa kiat praktis yang kami kumpulkan dari beberapa sumber seperti The Perfect Daily Grind, Blue Bottle, dan Barista Hustle.

Pour-over

Bisa dibilang, mungkin inilah metode yang paling banyak diminati homebrewers lainnya. Untuk kebanyakan homebrewers, metode pour-over ini layaknya meditasi. Kenapa? Melihat proses saat kopi blooming, menunggu tetesan air jatuh ke dalam server, dan mencium aroma kopi yang sedang kita seduh adalah sensasi tersendiri. Bukan hanya itu, metode ini juga dianggap lebih menantang; karena Anda dapat mengulik parameter-parameter tertentu untuk menciptakan hasil akhir sesuai dengan yang Anda mau.

Contoh alat seduhnya: V60, Kalita Wave, Chemex

The Perfect Daily Grind bahkan merangkum perbedaan 3 alat seduh diatas sebagai berikut:

V60: Anda menginginkan clean cup, ingin bisa mengulik resep seduh sendiri, dan suka tantangan saat menyeduh. Karakteristik alat seduh ini adalah bentuknya yang seperti kerucut 60°.

Hario V60

Kalita Wave: Anda ingin metode seduh yang lebih konsisten namun lebih mudah dari V60. Sekilas mirip dengan V60, namun ia memiliki bagian bawah datar dengan tiga lubang kecil di dalamnya (flat bottom). 

Kalita Wave

Chemex: Untuk Anda, konsistensi bukan hal utama. Namun Anda tetap menginginkan clean cup, dan biasanya menyeduh bukan hanya untuk diri sendiri. Dengan Chemex, Anda dapat menyeduh hingga 8 gelas sekaligus.

Immersion

Secara harfiah, immersion artinya direndam; bayangkan bubuk kopi tenggelam secara menyeluruh dalam air. Kedengarannya mudah ya? Pada kenyataannya, metode ini tidak semudah artinya. Kunci dari metode immersion adalah kontrol ada di tangan Anda.

Maksudnya apa? Anda yang menentukan kapan perendaman antara kopi dan air ini selesai.

Contoh alat seduhnya: French Press, Clever Dripper, Aeropress

Apa perbedaan 3 alat seduh diatas?

French Press: Anda suka body kopi yang tebal dan mencari metode seduh yang simple

French Press

Clever Dripper: Anda menginginkan secangkir kopi yang clean, dengan ekstraksi yang baik dan rasa konsisten. Tahukah Anda bahwa Clever Dripper juga sering disebut sebagai metode seduh hybrid? Ini dikarenakan Clever Dripper membawa konsep seduh pour-over dan immersion pada alatnya.

Clever Dripper

Aeropress: Anda menginginkan metode yang mudah dibawa travelling (coffee on-the-go), namun tetap menghasilkan kopi yang full-bodied. Metode ini juga dianggap lebih mudah untuk homebrewers pemula.

Aeropress

Barista Hustle pernah membuat video perbandingan Pour-Over vs Immersion. Anda dapat tonton video ini untuk mempelajari lebih jauh soal perbedaan kedua metode ini.

Siphon

Bagaimana dengan Siphon? Metode ini sebenarnya sering disamakan dengan metode Percolators; yang sudah digunakan sejak berabad-abad lalu oleh tentara/koboi untuk membuat kopi yang hanya menggunakan panci dan api. Namun yang perlu diketahui, metode Siphon agak berbeda dari sisi proses pembuatannya.

Metode Siphon dikembangkan pada tahun 1840-an, untuk memecahkan masalah yang terdapat pada Percolators. Yaitu bagaimana kita bisa menyeduh kopi dengan air yang sangat panas (namun tidak mendidih) dan menuangkannya ke kopi di tempat terpisah (coffee chamber).

Coffee Siphon

Photo by: The Coffee Chronicler

Hasilnya? Balanced cup; perendaman kopi yang menyeluruh pada air mengeluarkan rasa kopi yang kompleks.

Sebenarnya masih ada beberapa metode seduh lain yang belum kami ulas di sini, namun pour-over, immersion, dan siphon inilah yang lebih umum/dikenal para pecinta kopi di Indonesia.

Bagaimana, apakah Anda sekarang tertarik mencoba berbagai macam alat seduh? atau sudah memiliki beberapa metode diatas tapi masih bingung bagaimana cara menggunakannya? coba unduh brewing guide kami disini atau browse beli alat-alatnya pada laman Shop kami. 




Also in Gordi Blog

Panduan Origin Kopi: Afrika
Panduan Origin Kopi: Afrika

Untuk mayoritas penikmat kopi seduh manual, hal pertama yang dicari saat ingin mencoba kopi baru adalah: dari mana asal atau origin kopinya? Bagaimana caranya membedakan karakter rasa antara kopi Ethiopia dengan Rwanda? simak disini kenapa kopi...
Perbedaan Rasa Kopi Arabika vs Kopi Robusta
Perbedaan Rasa Kopi Arabika vs Kopi Robusta

Saat mendengar Arabika dan Robusta, apa yang ada di benak Anda? Biasanya, kami akan mendapatkan jawaban seperti ini: “Arabika itu manis, Robusta itu pahit,” atau “Arabika itu harganya mahal, kalau Robusta lebih murah.”...

3 Hal Yang Patut Diperhatikan Sebelum Membeli Saringan Kopi Kruve
3 Hal Yang Patut Diperhatikan Sebelum Membeli Saringan Kopi Kruve

Kita semua tahu bahwa ekstraksi yang merata adalah faktor penting untuk mencapai potensi terbaik sebuah kopi yang kita seduh. Ada berbagai cara untuk memastikan ekstraksi yang ideal, salah satunya adalah ukuran giling yang seragam....